Pasangan Lesbian Terlibat Aksi Begal di Cianjur, Begini Modusnya

Sabtu, 22 Juli 2023 – 16:57 WIB
Pelaku pembegalan NA (18), warga Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, mengaku terpaksa melakukan pembegalan karena butuh uang cepat diringkus polisi.(ANTARA/Ahmad Fikri)

jpnn.com, CIANJUR - Polres Cianjur membekuk dua orang perempuan pelaku begal terhadap pengemudi taksi daring asal Bogor, Jawa Barat.

Pelaku itu dalam aksinya turut melukai korban hingga mengalami sejumlah luka tusuk di tubuhnya pada Jumat (21/7).

BACA JUGA: Cinta Terlarang Pasangan Lesbian Ini Berakhir Tragis, Pelakunya Ternyata

Kasat Reskrim Polres Cianjur Iptu Tono Listianto mengatakan tertangkapnya kedua orang pelaku begal berinisial NA (18), warga Kecamatan Haurwangi, dan NP (17), warga Kabupaten Bogor, setelah pengemudi taksi daring menolak berhenti dan meminta tolong warga di dekat Pasar Cibeber.

"Korban yang menolak berhenti ditikam berkali-kali oleh pelaku yang sudah merencanakan aksinya karena butuh uang cepat. Korban yang mendapat pertolongan warga dan petugas langsung dibawa ke rumah sakit," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (22/7).

BACA JUGA: Otak Pembunuhan Ficky Firlana Ternyata Seorang Lesbian

Sedangkan kedua pelaku yang merupakan pasangan sesama jenis (lesbian) langsung diringkus petugas dari dalam mobil, sebelum menjadi bulan-bulanan warga.

Keduanya langsung diamankan di Mapolsek Cibeber dan selanjutnya diserahkan ke Mapolres Cianjur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA: Nyaman Diperhatikan Wanita, Nikita Mirzani Mengaku Nyaris Jadi Lesbian

Di hadapan polisi, kedua pelaku mengaku sudah merencanakan aksi begal terhadap pengemudi taksi daring yang dipesan secara acak.

Seorang pengemudi taksi daring bernama Gefintrise (45) yang mendapat pesanan tidak merasa curiga dengan kedua penumpang perempuan itu.

"Sebelumnya korban membawa penumpang dari Bogor ke Cianjur dan kembali mendapat penumpang dari Cianjur ke Cibeber. Korban tidak curiga karena gelagat keduanya seperti penumpang biasa," kata Tono.

Korban mulai curiga ketika pelaku meminta berhenti di tempat sepi dengan alasan menunggu orang tuanya mengantarkan uang untuk membayar ongkos taksi.

Namun, korban memilih tancap gas untuk mencari tempat yang ramai sehingga pelaku bertindak beringas dan langsung menikam tubuhnya berkali-kali dengan senjata tajam.

"Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 Ayat 4 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun," katanya.

Sementara korban yang mengalami sekitar sepuluh luka tusuk pada beberapa bagian tubuhnya, berhasil selamat setelah tim medis memberikan pertolongan.

Saat ini korban yang sudah lebih dari dua tahun menjadi pengemudi taksi daring sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya di Bogor. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Tangkap Pasangan Lesbian, Pengakuannya Mengejutkan


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler