Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Virus Corona

Rabu, 17 Juni 2020 – 20:45 WIB
Pedagang di pasar tradisional. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Sebagai ruang utama ekonomi rakyat yang melibatkan interaksi banyak orang, pasar bisa menjadi titik baru penyebaran Covid-19 jika upaya-upaya pencegahan tidak intensif dan maksimal dilakukan.

BACA JUGA: Saran Fahira Idris agar Penggunaan Moda Transportasi Publik Tetap Aman dari Penularan Covid-19

Anggota DPD RI atau Senator Fahira Idris mengungkapkan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di pasar harus menjadi perhatian ekstra oleh semua pemangku kepentingan baik di Pusat maupun daerah. Semua sumber daya yang ada sedapat mungkin harus dikerahkan agar pasar tidak menjadi titik baru penyebaran Covid-19.

Sebagai denyut nadi dan penggerak utama perekonomian rakyat karena menjadi penyedia utama kebutuhan pokok, ruang usaha utama para pelaku UMKM, dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan, semua pihak harus memastikan pasar menjadi area paling aman dari penyebaran corona.

BACA JUGA: Saran Fahira Idris Terkait Penerapan PSBB Transisi

“Kita tidak punya pilihan selain mengerahkan seoptimal mungkin semua sumberdaya untuk menjadikan pasar sebagai area yang paling aman dari penyebaran corona. Tentunya semua sektor ekonomi harus mendapat perhatian dalam penanggulangan corona ini, tetapi pasar harus mendapat perhatian ekstra. Segala upaya antisipatif harus dikerahkan agar pasar tidak menjadi titik penyebaran,” tukas Fahira Idris di Jakarta, Rabu (17/6).

Menurut Fahira, besarnya ruang interaksi di pasar membuat potensinya menjadi titik penyebaran corona juga menjadi besar. Jika pasar menjadi titik penyebaran baru maka dampaknya akan luar biasa bukan hanya bagi upaya penanggulangan Covid-19 yang akan menjadi lebih berat lagi, tetapi dampak ekonomi dan sosialnya juga tidak kalah berat.

BACA JUGA: Huawei Gantikan Samsung di Puncak Pasar Ponsel Dunia

Besarnya ruang interaksi di pasar akan mempersulit upaya pelacakan karena contract tracing tidak hanya menyasar pedagang tetapi juga para pembeli dan pengunjung pasar. Kondisi penyebaran seperti ini membutuhkan energi yang luar bisa untuk menghentikannya. Selain itu, penutupan pasar dalam masa waktu tertentu akibat ditemukan kasus positif juga akan berdampak besar terhadap pasokan bahan pokok dan roda ekonomi para pedagang. Oleh karena itu, semua sumberdaya harus dikerahkan untuk mencegah pasar menjadi titik penyebaran.

Di tengah kondisi yang serba sulit dan penuh keterbatasan seperti yang terjadi saat ini, lanjut Senator Jakarta ini, Pemerintah, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan memang harus memutar otak untuk melindungi keselamatan dan roda ekonomi rakyat.

Namun, yakinlah jika saat ini semua sumber daya termasuk anggaran kita optimalkan untuk mencegah pasar menjadi titik penyebaran corona maka biaya ekonomi dan sosialnya akan lebih ringan dibanding jika nanti pasar menjadi klaster baru penularan.

“Saya apresiasi kepala-kepala daerah yang sudah mulai mengerahkan sumberdaya nya untuk mencegah pasar menjadi titik penyebaran corona. Mulai dari menggelar tes massal untuk pedagang pasar, intensif melakukan pelacakan kontak, penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi pedagang dan pengunjung, inisiatif layanan belanja online, hingga penerapan sistem ganjil-genap bagi pedagang. Upaya-upaya ini saya harapkan dilakukan berkesinambungan sehingga pasar benar-benar menjadi area yang paling aman dari penyebaran corona,” pungkas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler