Pasutri Ini pun Kaget Rumahnya Digerebek Polisi

Rabu, 26 Oktober 2016 – 10:12 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - MALANG - Pasangan suami istri, Marsudi Iwan dan Sri Suhardilah, cukup kaget ketika rombongan polisi dari Polres Malang, datang menggerebek rumah kosnya di Mbence, Ngronggo Kediri, Senin malam lalu. 

Keduanya yang tidak tahu apa-apa hanya pasrah saja, ketika diamankan kemudian digelandang ke Mapolres Malang.

BACA JUGA: Top, Polisi Tangkap Penculik Minta Tebusan Rp 500 Juta

Pasutri ini, baru sadar kalau mereka dituduh terlibat jaringan penculikan Sabitha Mahfudiah Laila, 3,5, ketika polisi menjelaskan penangkapannya. 

“Jujur saja, kami sempat kaget. Karena kami sama sekali tidak tahu apa-apa tentang kasus penculikan ini. Kami ini hanya dapat imbasnya saja,” kata Sri Suhardilah, yang dibenarkan oleh suaminya Marsudi Iwan.

BACA JUGA: Guys, Waspada Ada Oknum Ngaku Polisi Lagi Razia Ternyata Perampok

Mereka mengatakan adalah warga asli Desa/Kecamatan Poncokusumo. Sejak enam bulan lalu, mereka tinggal di Kediri, dengan berjualan buah. Terkait penculikan yang dilakukan Hendi dengan Munir, mereka sama sekali tidak ikut terlibat.

Dikisahkan mereka, Sabtu malam itu mereka masih berjualan buah di pasar. Mereka tidak tahu kalau Hendi yang merupakan teman lama Iwan, menghubunginya melalui telepon selular. Sebab HP keduanya ditinggal di tempat kos.

BACA JUGA: Parah! Ribut dengan LC, Oknum Polisi Mengamuk di Karaoke, Dor! Dor!

Namun tanpa diduga, Hendi dan Munir mencari mereka di pasar. Kemudian mereka diajak pulang ke tempat kosnya. 

“Ketika saya tanyakan anak siapa, Hendi mengaku kalau anak itu adalah anak temannya. Sehingga kami sama sekali tidak curiga,” ujar Sri seperti diberitakan Malang Post (Jawa Pos Group) hari ini.

Saat tiba di rumah Sri, Sabitha langsung memeluknya. Apalagi Sri juga memiliki anak seumuran dengan Sabitha. 

Selama di Kediri, untuk menenangkan Sabitha, mereka jalan-jalan ke alun-alun. Baru setelah Sabitha tertidur, mereka membawanya pulang kembali.

Semalam menginap di rumah Sri dan Iwan, Hendi juga masih tidak memberitahu kalau Sabitha adalah balita yang diculik. Termasuk ketika Hendi mengutarakan niatan untuk memulangkan Sabitha, juga tidak memberitahu.

“Ketika mau diantarkan pulang, Sabitha tidak mau kalau tidak dengan saya. Ia menangis, meminta didampingi saya. Karena kasihan, saya pun terpaksa ikut dengan Hendi dan Munir,” tuturnya.

Termasuk ketika Sri dibonceng oleh Hendi dengan mengendarai motor Yamaha Vixion, untuk mengantarkan Sabitha juga tidak diberitahu. Ia baru sadar, setelah Hendi meminta dirinya menurunkan Sabitha, lalu kabur karena dikejar warga.

“Saya sadar ketika ada warga yang mengejar kami. Karena terus terang, kami sama sekali tidak tahu kalau Hendi menculik anak itu,” paparnya.

Karena dari hasil pemeriksaan mereka berdua tidak terlibat penculikan, polisi langsung memulangkan mereka. 

“Setelah kami mintai keterangan sebagai saksi, mereka akan langsung kami pulangkan. Karena dari hasil keterangan pasangan suami istri ini memang tidak terlibat. Dan itu dikuatkan dengan keterangan kedua tersangka,” tegas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.(agp/ary/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Istri Muda Dimas Kanjeng Pilih Tutupi Wajah dengan Masker


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler