Pasutri Tewas Disambar KA

Kamis, 09 Mei 2013 – 10:51 WIB

jpnn.com - PROBOLINGGO - Tangis Darmo, 55, warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, pecah kemarin (8/5) di kamar mayat RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. Itu terjadi setelah dia mendapati putrinya, Wati, 25, dan suaminya Musleh, 30, warga Desa Sumberbendo, terbujur kaku.



Pasangan suami istri (pasutri) itu tewas setelah ditabrak kereta api (KA) nomor 138 Sri Tanjung jurusan Banyuwangi-Lempuyangan, Jogjakarta, di perlintasan kereta api Km 90 + 6/7, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas. 



BACA JUGA: Kapolda Jamin Kampung Ahmadiyah Aman

Sementara itu, kondisi keponakannya, Eko, yang membonceng pasutri tersebut masih kritis. Berdasar informasi, insiden itu terjadi pada pukul 11.25. Saat itu, selain pasutri tersebut, ada Eka, 12, keponakan Wati. Mereka bertiga mengendarai motor Yamaha Vega ZR bernopol W 6371 NB.



Sebelum ke Bayeman, mereka mampir ke rumah salah satu kerabatnya di Desa Banjarsari, Sumberasih, untuk meminjam alat pencari kerang. Mereka berniat mencari kerang di pesisir Desa Bayeman, Tongas. Tanpa memakai helm, pasutri itu nekat melintasi rel KA yang tidak berpalang di Desa Bayeman. 



BACA JUGA: Pesawat Terbakar karena Drum BBM Jatuh

Padahal, saat itu, KA Sri Tanjung sedang melaju dari arah timur. Motor mereka melaju dari arah selatan atau baru saja lewat di jalan raya pantura. Karena rel KA tersebut berada di daerah yang lebih tinggi, Musleh lebih kuat memacu gas motornya.



Sialnya, saat berada di tengah-tengah rel, motor tidak bisa maju karena permukaan rel yang tinggi. Saat itulah KA Sri Tanjung dengan Masinis A. Rouf menabrak motor tersebut. 



BACA JUGA: Diprotes, Bekas Pedagang di Terminal Lulus Honorer K2

Tiga korban terpental ke sisi utara rel KA itu. ""Kronologinya kira-kira begitu,"" ujar Kanitlaka Lantas Polres Probolinggo Kota Ipda Reza Rahandi di RSUD Tongas.



Wati dan Musleh dinyatakan tewas di TKP di KM 90 + 6/7. Mereka dibawa ke kamar mayat RSUD Tongas. Eka yang masih hidup langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD yang sama. ""Kondisinya kritis, tapi masih bertahan hidup,"" ujar salah seorang petugas rumah sakit. (eem/mie/jpnn/c16/bh)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 185.967 Akte Kelahiran Tuntas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler