Patuhi OJK, AXA Financial dan AXA Life Resmi Merger

Jumat, 03 November 2017 – 16:22 WIB
Ilustrasi AXA. Foto: Reuters

jpnn.com, JAKARTA - PT AXA Financial Indonesia (AFI) dan AXA Life Indonesia (ALI) resmi merger.

Mereka akhirnya mengusung nama AXA Financial Indonesia (AFI).

BACA JUGA: Surabaya Pasar Primadona Industri Asuransi

Selama ini, AFI dikenal fokus pada jalur distribusi keagenan. Sedangkan ALI kuat di jalur distribusi telemarketing.

Country CEO AXA Indonesia Paul-Henri Rastoul menyatakan, penggabungan usaha tersebut menegaskan komitmen AXA untuk terus tumbuh di Indonesia.

BACA JUGA: Kasus Pemilik Toko Sony Vaio Sudah Rampung di MA

Selain itu, juga untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) POJK No 67/2016 terkait pengendalian atau kepemilikan tunggal.

”Ini menandai sebuah transformasi yang kuat dari kami,” ujar Paul, Kamis (2/11).

BACA JUGA: 5 Langkah Mudah Memilih Asuransi Kendaraan

Penggabungan tersebut tak hanya memperkuat kehadiran AXA di Indonesia, tetapi juga memperluas jalur distribusi, baik keagenan, telemarketing, maupun digital.

Hal itu juga akan mendorong perusahaan lebih fokus terhadap kebutuhan nasabah.

”Kami akan terus meningkatkan layanan ke nasabah dan menjadi mitra yang terbaik bagi mereka,” tegasnya.

Setelah ini, seluruh produk AFI maupun ALI akan dipasarkan seperti biasa.

Dengan begitu, nasabah di Indonesia akan mendapatkan lebih banyak pilihan produk inovatif dan menarik.

”Saat ini AFI memiliki 59 kantor pemasaran di seluruh Indonesia. Sedangkan ALI hanya berkantor di Jakarta karena telemarketing. Total nanti jadi 60 kantor,” tuturnya.

Paul menambahkan, dalam penggabungan itu, semua aset AXA Life Indonesia (ALI) serta liabilitasnya akan dialihkan ke AXA Financial Indonesia (AFI).

Saat ini 91 persen saham AFI milik AXA Asia dan sisanya milik PT Kotak Biru Investama.

”Penggabungan ini akan menciptakan peluang-peluang bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan di Indonesia,” kata Paul.

Presiden Direktur AFI Budi Tampubolon menambahkan, penggabungan dua entitas bisnis menjadi AFI yang baru itu tidak hanya fokus memperluas jaringan keagenan yang sudah ada.

Namun, juga mengoptimalkan jalur telemarketing serta investasi dalam inisiatif digital.

”Dengan penggabungan ini, AFI baru menjadi salah satu perusahaan asuransi paling lengkap,” tegasnya.

Menurut dia, potensi pasar asuransi di Indonesia sangat tinggi.

Apalagi, kelas menengah di Indonesia terus tumbuh dan diproyeksikan mencapai 14,1 juta pada 2020.

Di sisi lain, penetrasi asuransi masih di bawah lima persen dari gross domestic product (GDP).

’’Ini menciptakan ruang bagi industri asuransi untuk terus berkembang di Indonesia,’’ jelasnya. (tih/wir/c17/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Industri Asuransi Tingkatkan Edukasi Pencairan Klaim


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler