PB PGRI Minta Pemerintah Akomodir Guru Honorer dalam Tes SKB CPNS 2019

Minggu, 14 Juni 2020 – 13:55 WIB
Peserta melihat hasil tes SKB CPNS. Foto ilustrasi: Adiansyah/Batam Pos/jpg

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Nurullah Koswara mengaku, mendapatkan sejumlah keluhan dan aspirasi para guru honorer yang mengikuti seleksi CPNS 2019.

Keluhan terkait administrasi menjelang seleksi kompetensi bidang (SKB). Di mana, salah satu syarat peserta CPNS 2019 dari guru yang akan ikut tes SKB harus punya sertifikat pendidik (serdik).

BACA JUGA: Kemendikbud Buka Lowongan untuk Guru, Kepsek, Praktisi Pendidikan

"Ada sejumlah guru honorer yang  akan mengikuti tes SKB tetapi sertifikat pendidiknya baru didapatkan belakangan. Saat pendaftaran awal sertifikat pendidiknya belum ada. Sebab, proses mendapatkan sertifikat pendidik pascaPPG (pendidikan profesi guru) tidak otomatis,  butuh waktu," tutur Dudung kepada JPNN.com, Minggu (14/6).

Menurut Dudung, saat guru honorer ini daftar, sebenarnya sudah lulus PPG. Namun bukti sertifikat pendidik belum dipegang.

BACA JUGA: Berita Terbaru PPPK Hari Ini, Eko Honorer K2: Sudahlah, Lupakan Saja

Alangkah bijaknya bila pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memahami kondisi tersebut. 

"Sertifikat pendidik lambat didapatkan bukan karena kesalahan meraka, melainkan karena proses dari LPTK (Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan)-nya," ujarnya.

BACA JUGA: SKB CPNS 2019 Digelar 3 Bulan Lagi

Dudung menambahkan, alangkah baiknya pemerintah menerima syarat susulan dari mereka (guru honorer). Apalagi guru honorer yang usia sudah 35 tahun saat akan tes SKB. Mereka harus lebih diperhatikan 

"Pemerintah seharusnya memberi  pemakluman karena darurat. Sebaiknya  pemerintah mengeluarkan keputusan afirmatif  untuk membuka peluang upload ulang terkait dokumen sertifikat pendidik yang tertinggal karena bukan kesalahan para peserta seleksi," terangnya.

Dudung menyebutkan, peserta tes SKB CPNS 2019 dari guru honorer berharap sertifikat pendidiknya divalidasi, dikirim, upload ulang, atau bagaimana caranya agar diakui dan sama mendapatkan nilai maksimal di tes SKB.

Kebanyakan dari mereka adalah guru honorer yang sudah lama mengabdi, sehingga bisa mengikuti PPG dalam Jabatan. Usia mereka juga banyak yang sudah 35 tahun.

Tahun ini, kata Dusung, kesempatan terakhir bagi mereka ikut tes CPNS dan menggunakan serdik yang sudah dimiliki.

"Kami mendorong pemerintah membuka peluang re-administrasi, sebagai bentuk keadilan dan pemakluman pada kondisi yang disebabkan bukan kesalahan para peserta selesksi," sambungnya.

"Wacana mengutamakan pengangkatan guru yang sudah PPG dan mendapat sertifikat pendidik adalah baik.  Plus mari terapkan sila Keadilan Sosial bagi peserta seleksi yang sudah punya sertifikat pendidik." (esy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler