PB PMII Ingatkan Jangan Terjebak Wacana Ganti Presiden

Rabu, 01 Agustus 2018 – 22:20 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang. Foto: Dok. PMII for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PB PMII) mengimbau elite politik untuk tidak membuat manuver dan gerakan menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 yang justru memecah belah anak bangsa dengan menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), hoaks, dan hastag yang tidak mendidik.

“Fokus saja pada program-program yang akan ditawarkan untuk rakyat Indonesia, bukan justru terjebak pada wacana yang penting ganti presiden,” tegas Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang di Jakarta, Rabu (1/8/2018).

BACA JUGA: Giliran Sekjen Kubu Prabowo Bahas Pilpres

Menurut Agus, isu SARA dan hoaks tidak hanya memberikan pendidikan politik yang buruk kepada masyarakat, namun juga menjadi pemicu besar dalam memecah belah anak bangsa. Jika hal itu terjadi, menurutnya, maka kerukunan yang terbingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga terancam.

Agus melanjutkan, situasi politik Indonesia yang semakin meresahkan adalah perlakuan elite politik dan tokoh bangsa yang mulai menghargai dan menghormati ulama secara tidak objektif. Ia menyayangkan perlakuan elite politik yang mengukur ketokohan seorang ulama hanya berdasarkan kesamaan pilihan politik.

BACA JUGA: Jokowi Singgung soal Cawapres di Depan Sekjen Parpol

“Jika pilihan politiknya sama (ulama) akan disanjung-sanjung, namun jika tiba-tiba berbeda pilihan akan di-bully habis-habisan,” ujarnya.

Terkait hal itu, Agus mengecam elite politik Indonesia yang masih bermanuver dengan menggunakan hoaks dan isu SARA. PMII, menurut Agus, juga mengimbau elite politik agar bersikap sportif dan fokus pada program-program yang ditawarkan.

BACA JUGA: PDIP Tak Gentar Prabowo Gandeng UAS di Pilpres 2019

Di samping itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar berhati-hati dalam mencerna informasi yang beredar, terutama berita hoaks di media sosial.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan NKRI meski ada potensi situasi politik semakin memanas.

“Era milenial memang sangat mempermudah kita dalam mengakses informasi apapun. Tapi satu prinsip yang harus kita ingat bahwa isu apapun yang beredar di luar sana, kita harus tetap mengedepankan keutuhan NKRI,” ujarnya.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Capres dan Cawapres Butuh Rp 1 Triliun Buat Pilpres 2019


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler