PBSI pun Kecewa dengan Hasil Tim di BCA Indonesia Open 2016

Senin, 06 Juni 2016 – 05:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Tim Indonesia gagal di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016. Tak satupun wakil Merah Putih lolos ke partai puncak.

Tiga pasangan andalan harus terhenti di babak 16 besar. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari ditaklukkan Vivian Kah Mun Hoo/Woon Khe Wei (Malaysia) dalam dua game langsung, 17-21, 19-21.

BACA JUGA: Cilegon Merasa Dikerjai Wasit

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga secara mengejutkan takluk dari pasangan baru, Kim Astrup/Line Kjaersfeldt (Denmark), 19-21, 17-21. Hendra/Ahsan tak dapat mengulangi kemenangan di final Piala Thomas atas Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding (Denmark) saat dihentikan dengan skor 21-19, 13-21, 18-21.
 
“Tadinya harapan memang ada di ganda putra dan ganda campuran, tetapi mereka kalah di babak awal, saya pribadi tentunya kecewa. Sebelum turun di pertandingan ini, mereka sudah sangat siap. Mengenai waktu mepet dengan Piala Thomas dan Uber, ini tidak bisa dijadikan alasan karena lawan juga sama-sama ikut Piala Thomas dan Uber,” ujar Ricky Soebagdja, Manajer Tim Indonesia di BIOSSP 2016, di laman PBSI.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, juga kecewa namun memberikan kritik yang membangun. “Bicara soal kesiapan, pemain kami siap kok, apalagi tim ganda campuran yang punya banyak persiapan selama Piala Thomas dan Uber 2016. Ini tidak bisa dijadikan alasan, khususnya mereka yang mau ke olimpiade. Kami akan melakukan evaluasi, diskusi bersama, mengenai apa saja yang perlu diperbaiki,” kata Rexy.

BACA JUGA: Tinggal Klik! Klasemen MotoGP Usai Race Dramatis di Catalunya

Rexy meminta setiap pemain hendaknya memiliki keinginan besar untuk menjadi juara.
 
“Saya sempat kecewa dengan pernyataan Tontowi (Ahmad), setelah kekalahannya dia bilang ada tekanan karena harus juara. Kami tidak mengharuskan dia juara, tetapi ini mestinya datang dari dirinya sendiri. Sebagai pemain yang sudah juara dunia dan juara All England tiga kali, saya rasa wajar kalau Tontowi ditargetkan juara di sini (BIOSSP). Ini baru Indonesia Open, bagaimana di olimpiade nanti? Tekanan pasti akan lebih besar,” kata Rexy.
 
Di satu sisi, hal yang perlu disoroti dari hasil turnamen ini adalah kiprah pemain-pemain muda tunggal putra Indonesia yang mulai diakui dunia. Tiga pemain tunggal putra, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting makin mantap menghadapi pemain Top 10 dunia. 

“Dua tahun lagi kita punya tiga pemain tunggal putra yang sekarang levelnya tidak jauh dengan pemain Top 10 dunia. Jonatan, Ihsan dan Anthony silih berganti mempersulit pemain-pemain di Top 10, mereka hanya kurang tenang saja, sering terprovokasi lawan, masih labil,” tambah Rexy. (adk/jpnn)

BACA JUGA: Marquez: Pertarungan Ketat ini Untuk Lorenz...Luis Salom

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kisah Mengharukan Hadiah Natal dan Titik Balik Kehebatan Muhammad Ali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler