PDIP Disebut Tak Seperti Partai Lain yang Rekrut Kader Berbasis Popularitas dan Artis

Jumat, 06 Januari 2023 – 15:50 WIB
PDIP meski sudah menjadi partai modern tetap tidak meninggalkan semangat perjuangan kerakyatan. Ilustrasi. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai PDI Perjuangan menunjukkan keseriusannya dalam aspek kaderisasi.

Oleh karena itu, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputi itu tidak merekrut caleg berbasis keterkenalan, populer, artis, atau vote getter.

BACA JUGA: Pengamat Nilai PDIP di Usia 50 Tahun Makin Matang dan Solid 

"Saya merasa karena PDIP sangat serius mengurus kaderisasi, partai lain, kadang-kadang hanya mempertimbangkan bagaimana lolos ambang batas parlemen. Mereka tidak memedulikan kader yang direkrut menjadi caleg itu, kadang-kadang yang penting terkenal, populis, yang penting artis, yang penting bisa jadi vote getter, yang penting bisa menambah kursi di perlemen,” kata Pangi saat dihubungi, Jumat (6/1).

Pangi melihat partai bernomor urut tiga itu sudah selesai dengan urusan seperti hal di atas.

BACA JUGA: Satgas Cakra Buana Gelar Apel Akbar: Bung Komar: PDIP Berupaya Hat-trick Menang Pemilu

"Artinya, mereka tidak merekrut kader hanya sebatas elektabilitas, tidak sebatas populis, tidak sebatas artis, tidak. Mereka mempertimbangkan tradisi meritokrasi. Mengutamakan, memprioritaskan kader terbaik, walaupun tidak terkenal secara publik. Mereka bisa memberikan jalan bagi kader terbaik mereka," ujarnya.

Menurutnya, PDIP memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki parpol peserta Pemilu 2024 lain di Indonesia.

BACA JUGA: Orasi di Apel Akbar Satgas Cakra Buana, Politikus PDIP Singgung Hattrick Menang Pemilu

"Jadi, partai yang tidak hanya berbasis kepada figur tetapi kekuatan kaderisasi yang berjalan merata hampir di semua daerah," kata Pangi.

Dia mengatakan PDIP banyak memiliki calon legislatif yang berkualitas, sehingga elektabilitas parpolnya cukup baik di semua provinsi di Indonesia.

"Punya banyak caleg bagus, berkualitas, baik itu caleg DPR, DPRD kota atau provinsi, dan mereka hampir punya kursi di setiap provinsi dan kabupaten atau kota. Jadi, ada partai yang kuat di Indonesia Timur saja, ada yang kuat di Barat saja, tetapi PDIP bisa merata kekuatannya, baik dari kualitas caleg, jumlah kursi, maupun perolehan suara partai. Itu keunggulan PDIP," ungkap dia.

Menurut dia, PDIP memiliki pula kantong pemilih loyal seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu yang tidak dimiliki parpol peserta Pemilu 2024.

"Di samping memang kinerja Presiden yang diusung PDIP itu menggembirakan dan tingkat kepuasan sampai 70 persen, itu punya korelasi tidak langsung meningkatkan tingkat keterpilihan kepada PDIP. Kalau mereka puas dengan Joko Widodo, mereka akan punya sentimen positif ke PDIP. Kalau Pak Jokowi gagal, tidak berhasil menjalankan roda pemerintahan, PDIP bakal terdampak," kata Pangi.

Dia mengatakan PDIP dengan segala keunggulan tadi punya potensi besar menang Pemilu 2024. Capaian itu yang menurut Pangi bisa membuat PDIP masuk sebagai partai legenda karena sudah bisa menang empat kali pemilu.

"Sepanjang sejarah. Empat kali pemilu. Itu partai legenda atau fenomenal. Itu keunggulan PDIP," ujar Pangi. (tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Beri Masukan untuk PDIP, Opinion Leader: Rasa Cinta Rakyat Harus Dijaga


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler