Pegawai Jadi ASN, KPK Diyakini Makin Bernyali Usut Kasus Korupsi

Rabu, 09 Juni 2021 – 01:26 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melantik 1.271 pegawainya yang lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada Selasa (1/6).

Dengan status ASN tersebut lembaga antirasuah itu diyakini makin bernyali mengusut kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di tanah air.

BACA JUGA: Soal 57 Kg Sabu-Sabu Tak Bertuan di Sungai Luang, 8 Personel Polres Tanjungbalai Dipanggil Propam

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, kasus suap Bupati Tanjungbalai yang diduga melibatkan penyidik KPK dan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin adalah salah satu contoh kasus yang kini tengah ditangani KPK.

Firli menegaskan, kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan.

BACA JUGA: Usut Kasus Suap ke Penyidik, KPK Periksa Azis Syamsuddin Besok

"Beberapa waktu lalu kami menyampaikan terkait perkara dugaan tindakan korupsi berupa suap di Kota Tanjungbalai, dan kami sudah menetapkan sejumlah tersangka dan sudah kami lakukan penegakan hukum secara akuntabilitas, profesional, demi kepentingan umum, menjamin kepastian hukum dan keadilan, dan tetap mengedepankan Hak Asasi Manusia," kata Firli, Kamis (3/6/2021).

Firli menyebutkan pihaknya tengah bergerak cepat mendalami saksi-saksi dan bukti yang ada.

BACA JUGA: Sejumlah THM Dirazia, 32 LC Karaoke Tak Berkutik saat Digelandang Satpol PP

"Ada beberapa hal yang perlu kami kerjakan kembali. Kalau ingin menduga seseorang melakukan suatu tindakan pidana, kami harus mencari keterangan saksi-saksi dan bukti. Nanti KPK akan sampaikan apakah seseorang patut diduga selaku pelaku tindak pidana. Proses masih berjalan," kata Firli.

Seperti diketahui, KPK resmi melantik 1.271 pegawai yang lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) pada Selasa (1/6/2021).

Sebanyak 75 pegawai dari 1.349 pegawai KPK yang mengikuti TWK tersebut dinyatakan tidak lolos.

BACA JUGA: Booking Cewek Cantik Lewat Aplikasi MiChat, Tak Disangka, yang Datang Malah Waria Ganas

Dari 75 pegawai yang tak lolos itu, 51 di antaranya diberhentikan karena mendapat penilaian merah. Kemudian, 24 pegawai akan dibina kembali.(dkk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler