Pejabat Pertamina Dibunuh Sejoli Kumpul Kebo, si Cewek Pura-pura jadi PSK

Jumat, 08 Mei 2015 – 04:48 WIB

jpnn.com - LUBUKBAJA  - Polres Barelang berhasil mengungkap misteri kematian EJ, mantan supervisor bidang penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM  PT Pertamina Trans Kontinetal Kabil.

Pria 53 tahun ini dibunuh oleh Yusfrizaldi alias Rizal, 23, dan Irma Rahma, 20, pasangan kekasih, dengan motif perampokan di kamar 201 Hotel Baloi Garden, Minggu (3/5) lalu.

BACA JUGA: Tukang Cukur Nyambi Maling Motor

Rizal dan Irma ditangkap di kos-kosan mereka di komplek Maritim Square Jodoh bersama mobil Avanza BP 1738 DM milik Pertamina yang dipakai korban, Kamis (7/5) sekitar pukul 05.00 WIB.

Rizal dihadiahi timas panas di betis kirinya karena mencoba kabur saat digrebek polisi. Keduanya digrebek dalam satu kamar kos sebagai pasangan kumpul kebo.

BACA JUGA: Empat PSK Tarif Mahal asal Vietnam Dibekuk

Kedua pasangan ini membunuh korban karena ingin menguasai harta korban. Uang tunai Rp 1 juta, dua unit ponsel, dua cincin emas dan jam tangan bersama mobil Avanza yang dipakai korban sempat dibawa kabur dua pelaku ke kos-kosan mereka.

Penangkapan dua tersangka pembunuhan pejabat Pertamina ini setelah polisi mendapat petunjuk dari barang bukti dan keterangan saksi yang diperiksa selama tiga hari. Total saksi yang diperiksa sebanyak 12 orang.

BACA JUGA: Dor! Begal Terjengkang di Lokalisasi

Tidaklah mudah bagi polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan itu, karena selain minim saksi mata, mobil yang dirampok sudah diubah plat nomornya menjadi BP 1223 RI. Meskipun sempat dipakai untuk jalan-jalan namun mobil tersebut akhirnya dibiarkan dua pelaku di parkiran salah satu tempat hiburan di Nagoya.

"Tapi setelah melalui penyelidikan yang dalam akhirnya ketangkap," ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin, Kamis (7/5).

Saat digrebek polisi, kedua pasangan ini berada di kamar yang sama. Irma tak berkutik saat didatangi polisi, sementara Rizal mencoba kabur.

Kepada polisi kedua pasangan ini mengaku nekat membunuh korban karena ingin menguasai hartanya. Modusnya, Sabtu (2/5) malam, Irma berpura-pura menjadi wanita PSK yang mangkal di salah satu lokasi hiburan malam di kawasan Jodoh. "Dia yang datangi saya di depan (hotel) Pacific," kata Irma.

Setelah melalui perkenalan dan obrolan, EJ kemudian membawa Irma ke Hotel Baloi Garden. Di sana EJ check in dengan nama bogel di kamar 201. Saat berada di kamar hotel, Irma sudah memberikan informasi kepada Rizal lokasinya berada. "Kami baru buka pakaian waktu itu," kata Irma.

Sesaat sebelum melepaskan pakaian, Irma sudah duluan mematikan lampu kamar hotel dengan alasan dia malu kalau lampu menyala. "Dia (korban) janji mau bayar cash Rp 300 ribu dan sisanya ditransfer, tapi belum bayar," kata Irma.

Baru beranjak ke tempat tidur, tiba-tiba terdengar bunyi pintu berbunyi dan ada langkah kaki menuju ke kamar hotel tempat EJ dan Irma. "Karena tahu ada orang datang, dia (korban) langsung ngumpet ke toilet, saya disuruh buka pintu," ujar wanita asal Bogor itu.

Irma yang sudah tahu kalau tamu tersebut adalah kekasihnya langsung membuka pintu dan memberitahukan keberadaan EJ. Tanpa banyak tanya dan masih dalam kondisi gelap, Rizal langsung membekap dan menyumpel mulut EJ  yang saat itu dalam kondisi setengah bugil. "Dia sempat melawan makanya saya tikam pakai pisau ke lehernya," kata Rizal.

Korban diseret ke depan televisi untuk memastikan korban sudah meninggal. "Banyak darah di lantai, tapi kami bersihkan pakai sprei, handuk dan bantal," ujar Irma.

Jenazah korban kemudian dibalut kain sprei dan handuk lalu dibawa ke mobil korban. "Saya bawa mobil itu awalnya ke Marina (Sekupang) tapi tak jadi, makanya kami ke Galang," ungkap Rizal.

Jenazah korban dibuang di pinggir jalan begitu saja. Barang bukti lain seperti pakaian yang berdarah, pisau, botol minuman dan lainnya dibuang ke perairan Jembatan III. "Yang kami bawa mobil, uang Rp1 juta, dua hape (Lenovo dan Nokia N 70), dua batu akik dan jam tangan," kata Rizal.

Uang itu dipakai kebutuhan sehari-hari dan bayar kamar kos. Sementara ponsel, mobil dan cincin batu akik dipakai keduanya.

Setelah membuang mayat korban, keduanya kembali ke kamar kos-kosan bersama mobil korban. "Paginya saya ganti plat nomor mobil supaya bisa dipakai, tapi kemarin kami taruh mobil itu di parkiran diskotik biar tak ketahuan," kata Rizal.

Asep menuturkan aksi kedua pelaku ini termasuk pembunuhan berencana karena para pelaku memang merencanakan mencari sasaran dan korban, sehingga keduanya diancam pasal 340 junto 338 junto pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. (eja)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baru Dua Bulan Menikah, Istri Tebas Suami dengan Parang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler