Pelajar SMAN 1 Singaraja Sukses Bikin Obat Kulit Berbahan Herbal

Kamis, 17 Desember 2015 – 06:59 WIB
Tiga orang siswa SMAN 1 Singaraja, Provinsi Bali meraih penghargaan setelah sukses membuat membuat obat kulit berbahan herbal. FOTO: Bali Express/JPNN.com

jpnn.com - SINGARAJA - Hasil penelitian siswa di SMAN 1 Singaraja, kembali mencuri perhatian khalayak kesehatan di Buleleng. Setelah sebelumnya berhasil menemukan kapsul herbal untuk mencegah penyakit stroke, kali ini mereka menemukan kombinasi bahan herbal untuk mengobati penyakit eksim (kulit) pada anak.

Tiga orang siswa di SMAN 1 Singaraja, masih terlihat sumringah. Mereka baru saja datang dari Surabaya, setelah mengikuti Paper Competition – sebuah kompetisi karya tulis ilmiah, yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

BACA JUGA: Wuihh... Wajib Belajar 12 Tahun Bakal Diberlakukan Lagi

Hasil penelitian mereka ternyata mencuri perhatian dewan juri, dan ditetapkan sebagai juara pertama. Ketiga siswa itu adalah Putu Wicaksana Adi Nugraha, 17; Luh Putu Ariyani Pratiwi, 17 serta Putu Gea Rini Dian Pratiwi, 17. Mereka bertiga adalah siswa kelas XII IPA 1 di SMAN 1 Singaraja.

Ketiga siswa itu membuat sebuah karya ilmiah yang berjudul “Sinergisme VCO dan Ekstrak Biji Jinten Hitam untuk Mengobati Dermatitis Atopik Pada Anak dengan Hewan Coba Mencit Balb/c”. Hasil karya ilmiah itu diklaim efektif untuk mengobati penyakit kulit pada anak. Siswa-siswa ini sengaja melakukan penelitian di bidang penyakit kulit pada anak, khususnya pada anak berusia 0-5 tahun. Pada tahun 2000, dari 611 kasus baru penyakit kulit yang terjadi di negara berkembang – termasuk Indonesia – sebanyak 23,67 persen kasus di antaranya menjangkiti anak.

BACA JUGA: Evaluasi K-13 Agar Klop dengan Kebutuhan Perguruan Tinggi

“Kasus penyakit kulit pada anak ini cukup banyak. Kami mencoba fokus pada penyakit eksim, terutama yang dipicu oleh alergi makanan. Sebenarnya bisa dipicu yang lainnya, bisa makanan, suhu, keturunan juga bisa. Tapi kami fokus pada alergi makanan,” jelas Putu Gea Rini.

Dari fakta itu, ketiga siswa SMANSA Singaraja itu kemudian melakukan penelitian dan percobaan sejak awal November lalu. Mereka mencoba melakukan pengobatan memanfaatkan bahan herbal melalui hewan percobaan jenis Mencit Balb/c. Hewan mencit itu terjangkit penyakit eksim dan dilakukan berbagai jenis percobaan.

BACA JUGA: Bentuk Jaringan Akademisi demi Pengembangan Infrastruktur

Mereka sempat mencoba mengobati penyakit eksim dengan cara mengoleskan bahan virgin coconut oil (VCO). Namun, bahan itu kurang efektif. Mereka kembali mencoba ekstrak biji jinten hitam. Tapi lagi-lagi kurang efektif. Trio peneliti ini akhirnya berinisiatif mengoleskan gabungan VCO dengan ekstrak biji jinten hitam. Ternyata gabungan dua bahan herbal itu efektif menekan luas area kulit yang terkena penyakit eksim pada mencit. VCO yang digunakan ketiga siswa ini adalah VCO murni yang dibeli dari industri rumah tangga.

VCO pun dipilih dengan pertimbangan mengakomodir local genius yang ada di Buleleng. “Ada bahan tertentu di dalam VCO yang kami cari. Kami ingin VCO itu benar-benar dibuat dengan kualitas terbaik,” kata Putu Wicaksana Adi Nugraha yang juga ketua tim penilitian seperti dilansit Harian Bali Express (Grup JPNN.com).

Setelah VCO siap mereka kemudian melakukan ekstraksi biji jinten hitam menggunakan alkohol 80 persen. Ekstrak dilakukan di laboratorium, dan memakan waktu setidaknya selama 24 jam penuh. Setelah itu proses ekstraksi biji jinten hitam itu masih harus dilakukan lagi dengan pola yang cukup panjang.

VCO dan ekstrak biji jintan hitam kemudian dicampur dengan perbandingan 2:1. Setelah dilakukan uji coba ternyata efektif mengurangi luasan kulit yang terkena eksim pada mencit yang menjadi hewan percobaan. Jika semula kulit yang eksim mencapai 13,5 milimeter, dalam waktu 24 jam, kulit yang terkena eksim berkurang antara tiga milimeter hingga empat milimeter.

“Dalam empat jam pertama sudah terlihat hasilnya,” imbuh Luh Putu Ariyani Pratiwi. Hasil penelitian itu kemudian mereka daftarkan dalam lomba yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Dari total 80 karya yang masuk ke panitia, dipilih sepuluh karya terbaik. Sepuluh karya terbaik itu dipresentasikan di Surabaya, Sabtu (12/12) pekan lalu. Tak disangka karya mereka meraih peringkat terbaik. Kepala SMAN 1 Singaraja Putu Eka Wilantara mengungkapkan, hasil penelitian yang memanfaatkan bahan-bahan herbal itu cukup banyak yang dihasilkan oleh siswanya. Khusus hasil penelitian bahan herbal untuk penyakit kulit ini, akan dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Penelitian lanjutan itu masih panjang. Sekarang jumlah campuran itu kan belum final. Mereka masih mencari lagi angka ideal campurannya itu berapa. Mereka juga masih perlu melakukan penelitian, karena kulit anak kan beda-beda tingkat sensitifnya. Ditambah lagi biar bau dan warna dari jinten hitam ini bisa cepat hilang,” kata Eka Wilantara.(fri/eka prasetya/rdr/mus/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waduh! Menteri Anies Ancang-ancang Ajukan Gugatan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler