Pelamar CPNS Konkep Tuding KemenPAN-RB Masuk Angin

Senin, 11 Mei 2015 – 20:42 WIB
ESY JPNN

jpnn.com - JAKARTA- Ratusan pelamar CPNS Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menuding Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) "masuk angin".

Hal itu menyusul keputusan MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi melakukan tes kompetensi bidang (TKB) ulang. Padahal, menteri asal Partai Hanura itu sebelumnya sempat menolak.

BACA JUGA: Sabda Raja tak Perlu Diikuti Revisi UU Keistimewaan Yogyakarta

"Ini sangat aneh, ada apakah ini? Awalnya Pak Menteri menolak TKB karena disinyalir jadi permainan daerah. Tapi kok malah memberikan celah bagi Bupati Konkep untuk TKB. Setelah ketahuan ada permainan, MenPAN-RB akhirnya memutuskan untuk membatalkan hasil TKB dan kembali ke TKD. Tapi sebulan kemudian, keluar surat lagi untuk perintah TKB ulang," kritik Narto Asep Deni, pelamar CPNS Konkep, Senin (11/5).

Menurut Narto, alasan TKB ulang untuk menyaring putra daerah dan dari luar daerah tak masuk akal. Sebab, dari 115 CPNS, sebanyak 85 di antaranya adalah putra Konkep. Sementara, sisanya pelamar dari daerah pemekaran Sultra.

BACA JUGA: Mabes Polri Tangkap Tugboat yang Berlayar Tanpa SPB

"Bupati Konkep itu pembohong, ironisnya MenPAN-RB membela bupati. Kenapa pemerintah hanya menanyakan masalahnya ke bupati dan tidak kepada kami pelamar. Harusnya orang-orang cerdas dilindungi, bukannya malah ditindas," seru Alu Diman, korlap pelamar CPNS Konkep.

Mereka juga menyayangkan sikap plin-plan Menteri Yuddy yang dinilai tidak sejalan dengan revolusi mental. "Revolusi mental apa, yang ada revolusi abal-abal. Menterinya kok malah tunduk kepada bupati. Sudah nyata-nyata ada permainan malah dibela. Kenapa kami yang harus dikorbankan," tegas Alu. (esy/jpnn)

BACA JUGA: Gelar Razia Kriminal yang Diamankan 23 Jerigen Minyak Tanah Ilegal

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bawa Duit Banyak, Mahasiswi Ini Dijambret saat Berangkat ke Kampus


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler