Pelanggan Palyja Keluhkan Krisis Pasokan Air

Senin, 05 Agustus 2013 – 16:16 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Sejak Sabtu (3/8) lalu, sejumlah wilayah di Jakarta mengalami krisis air bersih. Pasalnya, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) sebagai pemegang konsesi pengolahan air bersih untuk wilayah barat, pusat dan utara ibu kota mengalami gangguan pasokan.

Ketiadaan air bersih ini sangat merepotkan warga karena saat ini masih dalam bulan suci Ramadan ketika aktivitas dapur cenderung lebih tinggi. "Sudah dua hari mati total di daerah sini. Kalau buat mandi bisa pakai air tanah, tapi buat  masak terpaksa beli air galon," kata Elda, ibu rumah tangga warga RT 01 RW 04 Kelurahan Duri Pulo, Senin (5/8).

BACA JUGA: Asyik Nongkrong di Fly Over Diseruduk Grand Livina

Ia berharap Palyja segera memperbaiki masalah ini, mengingat sebentar lagi sudah hari raya Idul Fitri. Ibu tiga anak ini tidak bisa membayangkan betapa repotnya mempersiapkan lebaran tanpa air bersih.

Kesulitan juga dialami oleh Nia, ibu rumah tangga warga RT 03 RW 05 Petamburan, Jakarta Barat. Ia terpaksa bergantung pada kebaikan tetangganya yang menggunakan pompa air untuk mendapat air bersih.

BACA JUGA: Jagal RPH Tanah Abang iri Sama PKL

"Saya nggak punya Sanyo (pompa), Mas. Terpaksa bolak balik ke rumah tetangga pakai ember. Ini saya belum mandi dari kemarin siang," ujarnya sambil tertawa.

Keluhan atas hilangnya air bersih juga disuarakan warga jakarta di sosial media seperti Twitter. Pantauan JPNN, sejak kemarin ratusan tweet mengeluhkan hal ini.

BACA JUGA: Anggota Dewan Tolak Rencana Penutupan RPH Tanah Abang

"Mau mudik doang kok ribet. Cobaan pakai ada aja air mati dari kemarin, kerjaannya ngungsi mandi+gotong-gotong air isi ulang," ujar pemilik akun @adindacecaria yang mengaku sebagai warga Jakarta Pusat.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh pemilik akun @Warmins. Ia meminta Palyja untuk segera mengatasi krisis air bersih.

"PALYJA benar-benar mengecewakan konsumen, masa sejak hari Sabtu sampai detik ini air mati, bagaimana tanggung jawabnya nich?" tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, pasokan air bersih di wilayah pelayanan Palyja terganggu akibat terbakarnya panel Pompa Air Baku (PAB) Cawang, Jakarta Timur. Namun, perusahaan swasta penyedia air bersih itu menolak untuk bertanggung jawab atas gangguan ini.

Kepala Divisi Corporate Communications & Social Responsibilities Palyja, Meyritha Maryanie menegaskan bahwa PAB Cawang bukanlah milik Palyja.

"Yang terbakar adalah properti milik pihak ketiga dalam hal ini Perum Jasa Tirta II (PJT II), bukan milik Palyja dan tidak dimanage oleh Palyja," kata Meyritha dalam keterangan persnya Sabtu lalu. (dil/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Walikota Jakpus Ancam Lakukan Pengusiran Paksa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler