Pelatih Sriwijaya FC: Saya Ingin Pemain Total Menyerang

Minggu, 05 November 2017 – 13:18 WIB
Tim Sriwijaya FC saat gelar sesi latihan. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, PALEMBANG - Sriwijaya FC akan menjamu Persegres Gresik United pada laga home terakhir, di Stadion Bumi Sriwijaya, hari ini (5/11).

Tim berjuluk Laskar Wong Kito mengaku akan menerapkan permainan total menyerang.

BACA JUGA: Arema FC tak Enak Hati Tampil di Ajang Antarklub Asia

Strategi ini menjadi satu-satunya pilihan karena tidak ada pilihan lain jika ingin menangkan pertandingan hari ini.

“Dua hari latihan, saya hanya memberikan materi bermain bagaimana menyerang dari semua sisi. Baik itu menyerang memanfaatkan pergerakan winger, gelandang, dan ataupun umpan terobosan. Saya ingin para pemain total menyerang sejak awal karena ingin menang,” ungkap Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan, Jumat (3/11).

BACA JUGA: Kalah dari Arema, Semen Padang di Ujung Tanduk

Pertandingan melawan Persegres penting untuk dimenangkan Yu Hyun Koo dkk. Pertama, pertandingan ini adalah laga home terakhir Sriwijaya FC.

Karena ini terakhir, kata Hartono, maka pertandingan penuh hiburan harus tersaji di atas lapangan. Karena itu, melawan Persegres para pemain harus kreatif dalam bermain.

BACA JUGA: Sriwijaya FC Waspadai Kejutan dari Persegres

Kemenangan juga akan menjadikan kado ulang tahun ke-13 Sriwijaya FC yang tertunda. Sebab, pertandingan terdekat hari ulang tahun Sriwijaya FC pada 23 Oktober lalu, Yu Hyun Koo dkk hanya mampu koleksi kekalahan.

Alih-alih mendapatkan kado manis saat lawan PS TNI yang berlangsung dua hari setelah Hari Jadi Sriwijaya FC, justru malah kekalahan 1-2 yang didapat dari pasukan berjuluk The Army tersebut.

Demikian pula saat para suporter berharap tim kebanggaannya memberikan hasil manis saat sih aku Bali United pada 30 Oktober.

Tapi bukan kemenangan yang didapat melainkan kekalahan 2-3 dari Bali United. Kemenangan menjadi sangat krusial dihadirkan di pertandingan melawan Persegres karena berdekatan dengan Hari Ulang Tahun Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex. Bupati Musi Banyuasin itu pada 1 November lalu berulang tahun yang ke-47 tahun.

“Tentu kami ingin menyelesaikan tugas yang tertunda apalagi Pak Presiden Dodi juga ulang tahun. Tapi terlepas dari itu, pertandingan lawan Persegres memang wajib dimenangkan sebagai salam perpisahan kepada suporter karena musim kompetisi akan berganti,” tegas Hartono.

Untuk mewujudkan misi itu, Hartono tidak hanya membekali anak asuhnya bagaimana menjebol gawang lawan melalui kerja sama open play. Tendangan jarak jauh juga melengkapi materi menyerang Sriwijaya FC jelang lawan Persegres.

Pada second line di-drill khusus untuk memanfaatkan semua peluang menjadi gol melalui tendangan akurat jarak jauh. Tugas ini diberikan kepada pada gelandang macam Yu Hyun Koo, Tijani Belaid, Nur Iskandar, Airlangga Sucipto, ataupun Hilton Moreira.

Hartono juga menegaskan bahwa para pemain juga harus bisa memanfaatkan peluang mencetak gol melalui eksekusi bola mati. Set piece atau eksekusi bola mati ini apakah terjadi melalui sepak pojok atau hasil pelanggaran pemain lawan alias tendangan bebas.

“Untuk momentum tendangan bebas, kami memaksimalkan kelebihan Tijani dan Hilton selain Yu Hyun Koo. Intinya, kami akan maksimalkan semua kemungkinan untuk mencetak gol,” tegasnya.

Melawan Persegres, Sriwijaya FC memang diuntungkan kondisi. Persegres yang menjadi tamu sudah terdegradasi. Semangat mereka juga sudah mulai runtuh karena banyak ditinggalkan pemain.(kmd/ion/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nasib Persib Bandung di Tangan Komdis PSSI


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler