Pelni Bantu Angkat UMKM via Redpack

Rabu, 13 Februari 2019 – 01:52 WIB
Ilustrasi pelaku UMKM di bidang batik. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Balikpapan mengenalkan bisnis logistik. Yakni responsibility and excellent delivery (Redpack).

Hal itu merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah dalam mendorong kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur.

BACA JUGA: Nikmati Pempek di Palembang, Hary Tanoe Bagi Kiat Majukan UMKM

Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan Yohanes Banne mengatakan, Redpack ini merupakan langkah baru yang dilakukan melalui Pelabuhan Semayang. Program itu baru berjalan bulan ini.

“Sekarang kami mempunyai lini bisnis logistik ini. Pengiriman barang diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada PT Pelni,” ujar Yohanes, Senin (11/2).

BACA JUGA: Rumah Kelola Sampah Ciptakan Lingkungan Laut Bersih

Dia menjelaskan, pihaknya terus berbenah demi kualitas pelayanan dan kenyamanan penumpang.

Redpack ini bisa disebut seperti bagasi di pesawat terbang. Penumpang yang ingin atau tidak repot membawa barang bisa menggunakan fasilitas ini.

BACA JUGA: Diaz Hendropriyono: Presiden Jokowi Sangat Paham Permasalahan UMKM

“Barang masuk ke terminal atau di counter check in. Jika penumpang menggunakan fasilitas Redpack, tidak usah lagi membawa barang bawaannya yang berat,” kata Yohanes.

Dia menambahkan, ketika turun di terminal kedatangan, penumpang sudah bisa mengambi barang mereka.

“Layanan ini kami buat agar memudahkan penumpang. Seperti yang kita tahu, penumpang kapal ini barangnya cukup banyak. Bahkan menaruhnya kadang di sembarang tempat atau dekat dengan tempat penumpang itu tidur,” tutur Yohanes.

Yohanes menuturkan, pengiriman barang antarpulau bisa dilakukan dengan layanan ini.

Tarifnya juga murah. Mulai Rp 900 per kilogram. Tarif berbeda bergantung rute. Baik penumpang dan pengiriman barang tarifnya sama.

“Asalkan alamatnya jelas, pengiriman barang sampai langsung ke alamat tujuan. Untuk tujuan pengiriman masih terbatas sesuai rute berlayar dari Balikpapan. Misalkan ke Makassar dan Surabaya maksimal barang sampai sekitar tiga hari,” jelas Yohanes.

Dia menilai langkah ini bisa menolong pelaku UMKM karena harga logistik melalui angkutan udara naik cukup tajam.

Redpack ini masih akan terus dikembangkan PT Pelni. Nantinya menjadi solusi bagi logistik di Indonesia. (aji/ndu/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelni Resmikan Rumah Kelola Sampah di Batu Licin


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
UMKM   Pelni   Redpack  

Terpopuler