Pemain Sebut Nilai Kontrak di Pramusim Turun, PT LIB Bilang Begini

Selasa, 02 Maret 2021 – 17:11 WIB
PT Liga Indonesia Baru. Foto: ANTARA/HO-PT Liga Indonesia Baru

jpnn.com, JAKARTA - Para pesepak bola yang akan bermain di ajang Piala Menpora 2021 harus memendam keinginannya untuk mendapatkan kontrak sebesar yang diraihnya seperti pramusim sebelum-sebelumnya.

Pasalnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak terlalu mengikat klub dengan aturan kontrak yang berat.

BACA JUGA: Fakta Baru Terkait Kasus 2 Wanita Muda yang Dihabisi Aipda RS di Kamar Hotel, Tak Disangka

Regulasi untuk mengontrak pemain, tak perlu dengan kontrak yang panjang, harus satu musim terlebih dulu.

Namun, sebagian klub sudah mengikat pemain dengan kontrak panjang, tetapi nilainya memang tak sebesar seperti yang pemain dapatkan biasanya.

BACA JUGA: 2 Wanita Muda Dibunuh Aipda RS, Kaum Ibu Demo ke Polres, Bawa Spanduk Bertuliskan Usut Tuntas

"Kalau boleh jujur, nilai kontrak pemain kecil bang, ini saja saya dapatnya jauh dari yang saya dapatkan di 2020, sebelum pandemi Covid-19," kata salah seorang pemain yang minta namanya tak disebut.

Dia menceritakan, biasanya dia mendapatkan kontrak Rp600-an juta. Namun, pada musim 2021, kontrak sudah diberikan sejak Februari, dinegosiasi tetapi baru dihitung per Maret. Selain itu, nilainya juga tak sampai 50 persen dari kontrak yang biasa dia dapatkan.

BACA JUGA: Soleh Bangun Subuh, Perasaannya Cemas, Tak Disangka, Tiba-tiba Sesuatu Muncul dari Bawah Ranjang

"Mau bagaimana lagi, mungkin klub juga kesulitan finansial. Jadi kami terima saja dulu lah, yang penting jalan dulu, ada gaji dulu. Cuma yang kurang fair ini, bisa saja saya nggak dapat gaji lanjutan, kalau kompetisi 2021 nggak jalan," tuturnya.

PT LIB pun memastikan, bahwa kontrak untuk pemain memang dikembalikan ke klub dan pemain yang bersangkutan. Yang terpenting, saat didaftarkan, perjanjian antara klub dan pemain jelas.

"Yang paling penting itu, ya, ada perjanjian antara klub dengan pemain. Jadi ini jelas kan hak dan kewajibannya," kata Direktur Operasional PT LIB Sudjarno, Selasa (2/3).

Selain itu, untuk aturan apakah pemain harus memiliki pemain asing atau tidak, kemudian menurunkan pemain muda atau tidak, juga tak diatur dengan ketat.

PT LIB memberikan keleluasaan karena ini merupakan awal setelah sepak bola sempat mati suri karena pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Briptu KO Kembali Berulah, Kapolres Tak Beri Ampun, Kariernya Sebagai Polisi Tamat

"Klub-klub kan keuangannya juga ada yang belum stabil karena kena dampak pandemi ini," tuturnya. (dkk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler