Pembacok Kapolsek Itu Ditembus Tiga Peluru

Minggu, 26 Februari 2017 – 19:20 WIB
Jasad Johanes Tambunan korban penembakan oknum Polisi dari Tarutung saat berada di Ruang Forensik dan instalasi Jenazah RSUD Djasamen Saragih, Sabtu (25/2). Foto: METRO SIANTAR/DHEV BAKKARA/JPG

jpnn.com - jpnn.com - Jasad Johannes Tambunan, 27, pembacok adiknya dan Kapolsek Polsek Pahae Jae telah diautopsi di Instalasi Jenazah RSUD Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, Sumut, Sabtu (25/2). Hasilnya, pria berusia 27 tahun itu tewas akibat tiga luka tembak yang menembus tubuhnya.

Kepala Instalasi Jenazah dan Kedokteran Forensik RSUD Djasamen Saragih, Dr Reinhard Hutahaean mengatakan, luka tembak terdapat di bagian punggung dan menembus telapak tangan. Kemudian luka tembak di bagian dada tembus ke sekitar dada juga” paparnya usai proses otopsi.

BACA JUGA: Pembacok Kapolsek Itu Ternyata Alumni USU

Selain luka tembak tembus, kata Reinhard, ditemukan pula luka tembak tidak tembus.

“Luka tembak tidak tembus itu di punggung kanan, masuk ke rongga dada lalu mengenai paru dan jantung,” bebernya seperti diberitakan Metro Siantar (Jawa Pos Group) hari ini.

BACA JUGA: Heboh! Kapolsek Dibacok, Pelaku Tewas Ditembak

“Luka tembak tidak tembus itu artinya peluru masuk saja, tidak tembus dan tidak keluar. Itulah yang menyebabkan kematian,” tambahnya.

Dan dari hasil autopsi, jelas Reinhard lagi, pihaknya menemukan sebutir peluru di tubuh Johannes.

BACA JUGA: Difitnah Sering Tidur dengan Pacar, Ambil Golok, Cras!

“Ada satu peluru. Itu dari luka tembak yang tidak tembus itu tadi,” terangnya.

Reinhard melanjutkan bahwa jarak tembak dalam peristiwa itu hanya 70 cm.

“Tapi menurut ilmu forensik, jarak tembak 70 cm itu sudah sangat jauh,” jelasnya.

Tidak hanya luka tembak yang ada dalam tubuh Johannes, luka akibat akibat kekerasan tumpul juga ditemukan.

“Itu di daerah dada, perut, tangan dan kaki. Lalu ada juga luka memar di daerah leher, semuanya itu disebabkan kekerasan tumpul tapi tidak fatal,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, suasana di Desa Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara (Taput), Jumat (24/2), gempar akibat ulah seorang pria yang diduga mengalami sakit kejiwaan, yang membacok adiknya.

Bahkan, dia juga membacok Kapolsek Pahae Jae, AKP Viktor Simanjuntak, hingga akhirnya dia tewas ditembak polisi.

Pada peristiwa itu, AKP Viktor Simanjuntak menderita luka di tangan sebelah kiri, sementara pelaku bernama Johannes Tambunan (27) tewas dengan luka di bagian dada kiri.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Johannes mengamuk memukuli ibunya dengan tangannya di rumah mereka. Melihat ibunya dipukul, adik pelaku, Argi Gosmer (19), berusaha melarai.

Namun, Johannes justru mengambil parang dari dapur dan langsung menyerang adiknya hingga mengalami luka serius. Gosmer mengalami luka di bagian kepala dan tangan sebelah kiri.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pahae Jae, yang berjarak sekitar 700 meter dari rumah mereka. Mendapat laporan, Kapolsek bersama anggotanya langsung turun ke lokasi kejadian.

Melihat kondisi tersebut, seorang anggota polisi yang turut bersama Kapolsek ke lokasi kejadian menembak ke udara sebagai peringatan. Namun Johannes tidak mengindahkannya dan kembali menyerang.

Petugas pun langsung menembak Johannes di bagian dada kiri sebanyak dua kali hingga tewas. Kemudian warga membawa Gosmer, Johannes dan Kapolsek, ke RSU Tarutung untuk diberikan pertolongan medis. (fes)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sulaimi Ambil Pedang, Crasss! Anak Kandung Dibacok


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler