Pembakaran Al-Qur'an di Masjid Stockholm, HNW: Boikot Produk Swedia

Jumat, 30 Juni 2023 – 16:40 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mengecam keras pembakaran Al-Qur’an, dalam demonstrasi yang dilakukan di depan Masjid Raya Stockholm Swedia. Foto: dok MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mengecam keras pembakaran Al-Qur’an, dalam demonstrasi yang dilakukan di depan Masjid Raya Stockholm Swedia pada momentum Hari Raya Iduladha yang dirayakan oleh umat islam sedunia, Rabu (28/9).

“Saya turut mengecam keras keputusan intoleran otoritas Swedia yang membolehkan membakar Al-Qur’an. Itu adalah perilaku tidak beradab, dan suatu bentuk provokasi dan intoleransi yang harus ditolak oleh masyarakat yang mendambakan harmoni dan moderasi. Mestinya ditindak tegas, bukan malah diberi pembenaran dengan dalih apapun," kata pria yang akrab disapa HNW dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (30/6).

BACA JUGA: Pembakaran Al-Quran Tindakan Biadab, Amerika Serikat pun Mengutuknya

HNW mengingatkan pada otoritas Swedia Al-Quran merupakan kitab suci yang kandungannya mencerahkan peradaban serta menguatkan moderasi.

"Ajaran Al-Quran untuk bertukar kearifan, menebar kemaslahatan, dan kasih sayang bagi semesta, menjadi pedoman umat Islam sedunia sampai hari ini dalam mengupayakan kontribusi terbaik bagi peradaban serta mencegah segala bentuk kerusakan dan kejahatan di muka bumi,” jelas HNW.

BACA JUGA: Swedia Usut Ujaran Kebencian setelah Izinkan Pembakaran Al-Quran

HNW mengingatkan adanya dugaan latar belakang kebencian sektarian dari pelaku pembakaran tersebut yang beredar di tengah publik, maka otoritas Swedia tidak seharusnya membiarkan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingan nasional dan merusak tatanan masyarakat beradab.

“Apalagi masyarakat antar-agama di Swedia telah hidup berdampingan secara rukun dan damai, bahkan aksi pembakaran kemarin tidak berhasil memprovokasi umat Islam setempat di Swedia dan justru menjadi momentum hadirnya solidaritas antara komunitas Muslim, Kristen, dan Yahudi di Swedia yang bersama-sama mengecam aksi radikal pembakaran Al-Quran itu," ungkap dia.

BACA JUGA: Pembakaran Al-Quran di Ibu Kota Denmark Upaya Memprovokasi Muslim Sedunia

"Ini fenomena positif yang terancam dirusak oleh keputusan otoritas Swedia yang membolehkan laku ujaran kebencian, provokasi dan penistaan terhadap kitab suci,” sambungnya.

Anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta II itu menegaskan bahwa pembiaran intoleransi dan ekspresi kebencian ekstremis yang terjadi di Swedia, terbukti memorak-porandakan Eropa pada masa Perang Dunia II.

Mereka mengancam integrasi dan kestabilan masyarakat Eropa pada hari ini. "Tentu kejadian di Swedia hanya menambah daftar panjang dilanggengkannya ujaran kebencian atas nama kebebasan palsu, karena penghinaan Agama/simbol agama tidak diakui oleh Mahkamah HAM Eropa sebagai bagian dari HAM/kebebasan berekspresi,” tegas HNW.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menyerukan pentingnya sikap tegas dari pemerintah Indonesia maupun masyarakat dunia lainnya untuk menolak keputusan otoritas Swedia yang membolehkan aksi pembakaran Al-Qur’an tersebut.

“Atas kesadaran melindungi kemanusiaan dan perdamaian, saya ikut mendukung sikap pemerintah Maroko, Turki, Rusia, Yordania, Saudi Arabia, Malaysia, Mesir, Irak, Iran, Kuwait, Syria, bahkan AS, juga Liga Arab, lembaga Al Azhar, Liga Muslim Dunia, beserta pihak-pihak lainnya yang tegas menolak sikap “radikal” intoleran dari otoritas Swedia,".

"Saya mendukung tuntutan agar Indonesia mendorong agar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Darurat untuk secara tegas memutuskan menolak keputusan Swedia, menarik semua Duta Besar negara-negara anggota OKI dari Swedia sebagaimana telah dilaksanakan pemerintah Maroko dan Yordania, serta memboikot produk-produk Swedia yang beredar oleh lembaga Al Azhar," kata dia tegas. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... HNW Ajak Umat Islam Lanjutkan Spirit Iduladha yang Hadirkan Toleransi, Gembira dan Peduli


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler