Pembangunan Pabrik Baru SG Pati Jalan Terus

Selasa, 17 Maret 2009 – 17:57 WIB
JAKARTA - Pembangunan pabrik baru PT Semen Gresik (SG) di Pati tetap berjalan sesuai rencanaHal ini ditegaskan oleh Direktur Utama PT SG, Dwi Soetjipto, menanggapi terhambatnya proyek ini karena adanya penolakan masyarakat di sekitar tapak lokasi pabrik.

"Saat ini dalam tahap persiapan proyek, dan (masih) berjalan sesuai rencana

BACA JUGA: Semen Gresik Bukukan Laba Rp 2,52 Triliun

Apalagi izin Amdal sudah kami dapatkan," katanya.

Pabrik baru yang rencananya akan berdiri di lahan seluas 1.300 hektar tersebut, akan menelan investasi sebesar Rp 3,5 triliun
Pabrik ini juga bakal dibekali pembangkit listrik sendiri (power plant) dengan kapasitas 10 MW, sehingga tidak akan terganggu bila pasokan listrik PLN bermasalah.

Hanya saja, masalahnya beberapa anggota masyarakat di sekitar lokasi pabrik menyatakan keberatan, karena khawatir akan terjadi kerusakan lingkungan dan kekurangan mata air

BACA JUGA: PDAM Luncurkan Program 10 Juta SR

Ini sempat menyebabkan pembebasan lahan terhambat.

"Kendala saat ini (adalah) pada pembebasan lahan di sana
Tapi kita targetkan bisa mulai dibangun tahun ini," ujar Dwi optimis.

Dijelaskannya, saat ini SG telah melakukan sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat

BACA JUGA: RUPS, Kideco Bagi Dividen USD 210 Juta

Di sisi lain, perusahaan juga memberikan bantuan kepada masyarakat, seperti ketika banjir merendam Pati beberapa waktu yang laluDengan pendekatan ini, menurut Dwi, diharapkan sebagian kecil masyarakat yang melakukan penolakan bisa menerimanya.

"Kami aktif melakukan sosialisasi ke masyarakatDengan pendekatan secara kekeluargaan ini, kami harapkan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat bisa diselesaikan dengan baik," tambahnya.

Pabrik baru SG di Pati ini, rencananya memiliki kapasitas terpasang sebesar 2,5 juta ton - sama dengan pabrik yang dibangun di Pangkep, Sulawesi SelatanDengan tambahan pasokan sebesar 5 juta ton, SG berharap bisa memenuhi kebutuhan semen nasional yang bakal semakin meningkat di masa mendatang.

Sementara itu, dari sisi Amdal, kajian SG yang dikerjakan oleh tim Universitas Diponegoro itu sudah dinyatakan memenuhi kelayakan lingkungan dan sudah ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit WaluyoPemprov Jateng sendiri ingin agar pabrik semen ini segera dibangun, agar bisa mensejahterakan masyarakat Pati Selatan yang dikenal memiliki perekonomian minus(esy/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Minyak Kita Naik Setelah Pemilu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler