Pembatalan Haji Dinilai Tak Berdampak Bagi Penyedia Travel Perjalanan

Kamis, 10 Juni 2021 – 03:13 WIB
Jemaah haji. Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Kabar Arab Saudi yang akan mengeluarkan kuota 60 ribu jamaah haji pada 2021, justru menjadi peluang dan angin segar bagi perusahaan di sektor penyedia perjalanan, seperti PT Arsy Buana Travelindo (ABT).

President Director ABT Saipul Bahri menilai pembatalan pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia tidak berdampak signifikan terhadap bisnis layanan pendukung (service provider) ibadah haji dan umrah.

BACA JUGA: Wamenag: Berikan Ketenangan kepada Jemaah Calon Haji

“Mengingat pada 2020, jumlah kuota haji yang dikeluarkan Arab Saudi hanya sebanyak 10 ribu orang untuk seluruh dunia,” papar Saipul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/6).

ABT merupakan salah satu pemain bisnis layanan pendukung Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

BACA JUGA: Nikita Mirzani dan Nindy Ayunda Live Instagram di Saat Bersamaan, Makin Panas!

Bisnis ABT mencakup pelayanan penginapan (hotel), tiket pesawat, dan land arrangement (LA) segala keperluan haji dan umrah di Tanah Suci, Mekah, Arab Saudi.

Dia memastikan, hotel yang dikelola ABT dalam keadaan siap untuk melayani jemaah haji dan umrah dari berbagai negara, bukan hanya Indonesia.

BACA JUGA: Jemaah Calon Haji Diminta Bersabar

"Itu artinya, bertambahnya kuota haji tahun ini akan menjadi angin segar terhadap akomodasi yang dikelola ABT. Saat ini, ABT memiliki beberapa kamar hotel di Mekah dan Madinah yang berada di lokasi strategis. Total kamar yang tersedia sementara ini mencapai 889 per bulan.

Saipul menyatakan, Arab Saudi sudah membuat sistem teknologi informasi dan reservasi akomodasi hotel secara mandiri yang terkoneksi dengan kementrian haji untuk menunjang ibadah baik umrah atau haji.

"Hotel-hotel yang dikelola oleh ABT sudah terkoneksi dengan sistem tersebut, seperti Fajr Bade Group," jelas dia.

Dia menambahkan hotel ABT sebetulnya sangat bisa menampung jemaah haji untuk tahun ini.

Apalagi, hotel-hotel yang dikelola ABT, seperti Fajr Badee sudah menerapkan protokol kesehatan yang menjadi standar dari kementerian kesehatan  Arab Saudi.

“Patut digarisbawahi, hingga kini, Mekah tidak ditutup. Pada Ramadan tahun ini, ibadah umrah tetap diizinkan. Jadi, bisnis service provider seperti ABT sebenarnya tetap berjalan,” ucap Saipul.(chi/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... PT PP Rilis Penawaran Obligasi dan Sukuk dengan Target Dana Rp4 Triliun


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler