Pembobol ATM Dibekuk Setelah Dijebak Santri Ponpes

Kamis, 05 Maret 2015 – 06:53 WIB

jpnn.com - SUKABUMI - Dua pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) tidak berkutit ketika petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Cisaat meringkusnya. Petualangan pelaku berakhir saat hendak beraksi di sebuah ATM dekat gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafiah, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jabar

Dua dari tiga pelaku tertangkap tangan, setelah calon korbannya mengecoh mereka. Kini jajaran kepolisian tengah memburu satu orang pelaku lainnya.

BACA JUGA: Gagal Bunuh Diri, Supranadi Malah Dihajar Warga

Informasi yang dihimpun, tertangkapnya kedua tersangka itu setelah calon korban bernama Bambang Wahyudi (25) yang juga santri dari Ponpes Assalafiyah, berniat mengambil uang di salah satu ATM yang berlokasi di area SPBU yang tak jauh dengan gedung ponpesnya, sekira pukul 07.30 WIB, Rabu (4/3). Saat memasukkan kartu ATM, Bambang merasa curiga. Karena tiba-tiba ATM-nya itu macet di dalam slot kartu.

"Tiba-tiba datang salah seorang pelaku ini menghampiri saya, dan menanyakan perihal macetnya kartu ATM. Sementara pelaku lain meminta korban untuk menelepon call centre," ujar Bambang kepada Radar Sukabumi (Grup JPNN.com), Rabu (4/3).

BACA JUGA: Terus Disuruh Masak dan Mencuci, Suami Tikam Istri Lalu Bunuh Diri

Setelah mendengar tawaran dari ketiga pelaku, kecurigan Bambang itu semakin menguat. Ia tak menggubris saran si pelaku. Bambang pun menolak secara halus, dengan mengaku bahwa dia hanya lupa nomor pin ATM.

"Karena saya sering baca berita, kecurigaan saya menguat kepada tiga orang ini. Saya pun menolak tawaran itu, dan pura-pura lupa pin saja," imbuhnya.

BACA JUGA: Pelaku Gembos Ban Nyaris Dibakar Massa

Karena kartu ATM tak kunjung keluar, Bambang pura-pura berpamitan pulang untuk mengambil handphone. Sementara ketiga pelaku masih berada di area ATM. Setelah keluar dari ruang ATM, Bambang langsung bergegas mendatangi Polsek Cisaat untuk melaporkan kejadian itu.

"Saya pura-pura pulang ke Ponpes, padahal saya langsung melaporkan ke polisi. Tak lama, saya dan petugas datang lagi ke lokasi, hingga akhirnya ditangkaplah dua pelaku sementara satu orang lainnya melarikan diri," tandasnya.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Diki Budiman menambahkan, setelah polisi menerima laporan korban, petugas langsung membuat skenario penjebakan. Korban diminta kembali ke tempat ATM miliknya, yang tersangkut dan pura-pura memberikan pin ATM palsu kepada para pelaku.

"Korban kita minta untuk memberikan kode ketika para pelaku mulai beraksi, saat itulah polisi bergerak dan menangkap para pelaku, sayangnya satu pelaku berhasil melarikan diri," beber Diki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui bernama Rosidi (27) warga Kampung Dalam Desa Blambangan Kecamatan Weiujung Kabupaten Oku Selatan Sumatera Selatan, dan Hepran (23) warga Desa Blambangan Kecamatan Sukarame, Kabupaten Oku Selatan Sumatera Selatan.

"Satu orang DPO sudah kita kantongi identitasnya," akunya.

Hasil penyelidikan polisi, para pelaku adalah spesialis pembobol ATM jaringan Palembang. Selama sembilan kali beroperasi, mereka berhasil membobol ATM milik nasabah bank di sejumlah wilayah seperti Bogor, Depok dan Bekasi hingga total senilai Rp 37 juta. Dalam melaksanakan aksinya, para pelaku menggunakan peralatan sederhana seperti obeng, sticker call center palsu dan double tip.

"Aksi di Sukabumi ini baru pertama kalinya, namun nahas para pelaku ini apes keburu ditangkap petugas. Ini tentunya berkat laporan warga yang mengetahui modus operandi pembobolan ATM, dengan modus seperti ini" bebernya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku yang tertangkap dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.(ren/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aksi Cepat Perampok Bergolok Kuras Uang di Minimarket


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler