Pembunuh Ibu Kandung di Ciputat Itu Diduga Depresi

Jumat, 17 Februari 2017 – 13:46 WIB
Dimas, pemuda yang menggorok leher ibu kandungnya sendiri di Ciputat. Foto: Indopos

jpnn.com - jpnn.com - Dimas, pemuda 18 tahun yang dengan keji membantai ibu kandungnya Siti Nurbaiti di Ciputat, diduga memiliki gangguan mental. Gangguan tersebut menjadi penyebab dia dengan entengnya menggorok leher sang ibu hanya karena urusan sepele.

“Kami masih terus mendalami kasus sadis ini, soalnya kami curiga pelaku ini depresi,” tutur Kanit Reskrim Polsek Ciputat Iptu Eka Wijaya di kantornya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (16/2). Baca: Astaga! Anak Tega Gorok Leher Ibu karena Urusan Sepele

BACA JUGA: Astaga! Anak Tega Gorok Leher Ibu karena Urusan Sepele

Menurut dia, Dimas juga menunjukkan perilaku aneh saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Ciputat. Remaja itu berkali-kali berteriak histeris sambil menyebut asma Allah.

Akibatnya, penyelidik pun kesulitan meminta keterangan yang sahih dari pelaku. Akhirnya Dimas dibawa ke RS Polri Sukanto di Kramatjati, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.

BACA JUGA: Tersangka Pembunuhan Kim Jong-nam Berpaspor Indonesia

“Ya, dugaan sementara si Dimas ini mengalami depresi, karena masih terlihat shock dengan kematian ibunya yang dia bantai sendiri. Untuk memastikan kondisi kejiwaan, makanya perlu diperiksa dokter ahli. Barang bukti golok yang digunakan pelaku sudah kami amankan,” pungkasnya.

Kapolsek Ciputat Kompol Tatang Syarief juga membenarkan kalau Dimas mengalami depresi. Bahkan, Dimas sempat hendak dibawa keluarganya berobat ke salah satu orang pintar yang ada di Kabupaten Pandeglang.

BACA JUGA: Cemburu, Ibnu Bawa Tarmizi Makan Enak, Lalu Dibantai

Tapi peristiwa keji itu keburu terjadi. “Kasus ini masih kami selidiki,” terangnya.

Sepupu Dimas yang juga saksi dalam kasus ini Nurhilda membenarkan bahwa pria yang bekerja sebagai juru parkir di Tanah Abang itu sering berperilaku aneh.

“Memang Dimas seperti depresi. Kalau pulang kerja sering bicara sendiri. Anaknya sih kalau di rumah pendiam, tetapi sering cekcok sama ibunya. Saya sama warga sering melerai mereka kalau ribut, maklum bibi saya ini hanya pedagang nasi,” ucapnya. (cok/fer/yuz/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kronologis Pembunuhan Sadis Hanya Gara-Gara Klakson


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler