Pembunuh Sadis Icah Akhirnya Tertangkap, Sang Adik: Korban Memang Punya Perhiasan Banyak

Senin, 02 November 2020 – 14:25 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah Cahaya (66) yang diduga menjadi korban perampokan di rumahnya di Jalan Baamang I Kelurahan Baamang Hulu, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (30/10/2020). Foto: ANTARA/Norjani

jpnn.com, SAMPIT - Pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadao nenek bernama Cahaya alias Icah, 66, warga Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Sampit, akhirnya diringkus polisi.

"Alhamdulillah (pelaku) sudah tertangkap. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik," kata Kapolres AKBP Abdoel Harris Jakin di Sampit, Senin.

BACA JUGA: Polisi Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Pengeroyokan Anggota TNI

Meski membenarkan adanya penangkapan tersangka perampok dan pembunuh tersebut, Jakin belum bersedia membeberkan identitas tersangka. Dia menyebutkan bahwa penyidik masih mendalam kasus ini.

Jakin berjanji secepatnya menyampaikan informasi identitas pelaku kepada publik. Dia mengapresiasi kinerja jajarannya karena sudah bisa mengungkap kasus ini dalam waktu relatif singkat.

BACA JUGA: Toni Syahrul Warga Komplek Sat Polair Tewas Dikeroyok Pak Zainul dan Anaknya

"Secepatnya nanti kami sampaikan secara terbuka siapa pelakunya," kata Jakin.

Tindak pidana pencurian dengan kekerasan itu terjadi pada Jumat (30/10) sekitar pukul 04.30 WIB.

BACA JUGA: Nenek Icah Renta Dihabisi, Mata dan Telinga Mengeluarkan Darah, Perhiasan Raib

Saat itu ada warga yang mendengar suara teriakan dan suara seperti benda berat yang jatuh. Pagi harinya, warga menemukan jenazah korban.

Jenazah korban ditemukan di dapur. Posisi tubuh korban tertelungkup dengan miring ke kanan, gigi palsu korban terlepas dan telinga sebelah kiri mengeluarkan darah.

Selain itu, barang-barang korban sudah tidak ada di tempat.

"Selama ini almarhumah tinggal sendirian di rumah ini. Kami mohon doa restu. Bismillah. Semoga bisa kami ungkap secepatnya," kata Jakin.

Sementara itu Durahman, adik korban mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah diberitahu tetangga korban.

Selama ini Durahman yang tinggal tidak terlalu jauh dari rumah korban, sudah khawatir melihat sang kakak tinggal sebatang kara sehingga dia sering mengajak korban pindah ke rumahnya, namun selalu ditolak korban.

"Dia memang banyak perhiasan karena dia memiliki banyak kebun yang dibelinya bersama almarhum suaminya. Setiap minggu ada yang mengantar uang hasilnya. Tetapi soal berapa banyak perhiasan dan uangnya, saya tidak pernah bertanya," kata Durahman.

Durahman mengatakan, sang kakak tidak memiliki anak kandung, namun ada mempunyai anak asuh yaitu seorang perempuan.

BACA JUGA: Bos Rombongan Pengendara Moge Pengeroyok Dua Anggota TNI di Bukittinggi Terungkap, Oh Ternyata

Tetapi Durahman tidak mengetahui keberadaan anak asuh sang kakak tersebut karena sudah berkeluarga dan tinggal terpisah sehingga hanya korban seorang diri di rumah tersebut.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler