Pembunuh Super Sadis Minta Maaf di Depan Jasad Korban

Jumat, 27 Oktober 2017 – 00:30 WIB
Police Line. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, KOTAWARINGIN TIMUR - Hunjaman tombak di beberapa bagian tubuh Darman, 44, membuatnya ambruk, tewas di depan istrinya, Sabariah.
.
Pelaku pembunuhan adalah kakak ipar sendiri, M Dianur, 36. Dia sempat memohon maaf kepada jasad Darman yang sudah tak bernyawa. Pelaku disebut nekat beraksi setelah mendapat bisikan gaib.

Darman tewas di kediamannya di Desa Kelampan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sedang M Dianur (36), warga Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

BACA JUGA: 3 Pembunuh Sadis Minta Keringanan Hukuman, Kasih Nggak Ya?

Pelaku diduga sengaja ke Desa Kelampan, Kecamatan Pulau Hanaut, menggunakan sepeda motor. Saat mendatangi rumah korban, pelaku membawa tombak sembari menutupi wajahnya dengan topeng.

Seraya mengendap, pelaku menggembosi sepeda motor korban dan kemudian memancing Darman ke luar rumah.

BACA JUGA: Minta Dihukum Ringan, Pembunuh Sadis Nyanyi Lagu Dangdut di Sidang

Mendengar ada suara mencurigakan, korban ke ruang tamu rumah dan membuka kain tirai jendela.

Pelaku langsung menyerang korban dengan menombak kaca hingga tembus dan mengenai tangan serta perut sebelah kiri.

Tak puas, pelaku pun masuk ke rumah korban dan menyerangnya lagi dengan mengarahkan tombak ke punggung.

”Korban sempat berjalan ke depan ruang tengah rumah dekat televisi. Sebelum akhirnya meninggal," kata Sugian, kerabat korban.

Darman tewas di depan Sabariah, istrinya. Anehnya, melihat korban ambruk bersimbah darah, pelaku sempat memegang tangan korban untuk meminta maaf. Saat itu, korban sudah tewas.

Belum diketahui motif penyerangan yang menimbulkan korban jiwa ini. Keduanya diduga cekcok terkait ilmu gaib.

Berdasarkan pengakuan keluarga, pelaku dan korban pernah selisih paham soal ilmu gaib. Korban tidak percaya ilmu gaib, sedangkan pelaku percaya.

”Selisih paham sudah lama tapi sepertinya masih ada dendam," jelas Intan (43), saudara kandung korban.

Tak lama setelah kejadian, pelaku ditangkap aparat. Saat itu, polisi langsung mencegat pelaku di Jalan HM Arsyad. Pelaku masih membawa tombak yang digunakannya untuk membunuh.

Sementara itu, korban dibawa ke kamar mayat RSUD dr Murjani untuk kepentingan visum.

Selanjutnya, keluarga berencana akan membawa jenazah ke Desa Desa Ramban, Mentaya Hilir Utara, tempat asalnya untuk dimakamkan.

Berdasarkan laporan di Polsek Pulau Hanaut, pelaku mengaku ketika berada di rumahnya, tiba-tiba ia mendapat bisikan gaib.

Bisikan itu menyebut bahwa korbanlah yang selama ini mengirimkan beberapa musibah yang ia hadapi secara gaib.

Bisikan gaib itu kemudian menyuruh tersangka agar menghabisi nyawa korban untuk menghilangkan musibah-musibah yang dihadapinya itu.

Sumber Radar Sampit (Jawa Pos Group) menyebutkan, setelah mendapatkan bisikan itu, tersangka lantas berangkat dari rumahnya di Dusun Rongkang, pukul 17:00 menggunakan motor sambil membawa tombak.

Setiba di rumah korban, pelaku langsung menyerang. Korban ditusuk dengan tombak, termasuk ke bagian perut hingga mengenai usus. Korban tewas di tempat dengan luka sobek di perut. (ron/oes/dwi)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler