Pemerintah dan Serikat Guru Akhirnya Sepakat soal Protes Kenaikan Gaji

Senin, 07 Oktober 2019 – 06:30 WIB
Demo guru minta kenaikan gaji di Jordania. Foto : Aljazeera.com

jpnn.com, JORDANIA - Pemerintah Jordania mengatakan telah mencapai kesepakatan mengenai kenaikan gaji dengan serikat guru untuk mengakhiri mogok kerja sebulan yang mengganggu proses belajar-mengajar bagi lebih 1,5 juta siswa.

Kesepakatan itu tercapai setelah mogok sektor publik terlama di negara itu mengancam memperdalam krisis politik karena permintaan kenaikan gaji guru.

BACA JUGA: Ingat ya, Daftar CPNS 2019 Formasi Guru Harus Besertifikat Pendidik

Mogok kerja itu terjadi setelah pemerintah pekan lalu mulai mengambil langkah-langkah hukum terhadap serikat karena mereka menolak kenaikan pembayaran yang dikatakan mereka sebagai "remah-remah roti" dan pemerintah mengatakan tak mampu memberikan lebih banyak.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, gaji akan naik hingga 35 persen hingga 60 persen mulai tahun depan.

BACA JUGA: Informasi Penting untuk Guru yang Belum Punya Sertifikat Pendidik

Kesepakatan itu dicapai setelah kebuntuan selama beberapa pekan akibat pemerintah tidak mau memenuhi kenaikan gaji asli 50 persen sebagaimana yang dituntut oleh serikat itu karena hal itu akan membebani keuangan negara,

Para pejabat mengatakan Raja Abdullah telah memerintahkan pemerintah mencapai kesepakatan itu yang menguji kemampuan Perdana Menteri Omar al Razzaz untuk tetap di jalur dalam melaksanakan reformasi fiskal yang didukung Dana Moneter Internasional (IMF) yang bertujuan mengurangi utang publik 40 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Guru Silat Pandai Bersilat Lidah, Gadis 14 Tahun Terjebak Rayuannya di Kamar Kos

Pemerintah khawatir tuntutan-tuntutan kenaikan pembayaran baru oleh pekerja sektor publik lain, termasuk dokter, dan kenaikan uang pensiun bagi tentara yang sudah purnawirawan akan merusak usaha-usaha memulihkan kehati-hatian fiskal yang diperlukan bagi pemulihan ekonomi.

Sementara itu, puluhan pegiat dari serikat guru yang berpengaruh, yang para anggotanya berhasil memaksa pemerintah menyetujui kenaikan gaji setelah mogok kerja selama empat pekan merayakan keberhasilan perjuangan mereka di markasnya di Amman.

"Para guru memperoleh tuntutan mereka," ujar Nasser Al Nawasrah, wakil ketua Sindikat Guru Jordania.

Dia menyerukan 100.000 anggota organisasinya segera kembali mengerjakan tugas mereka mengajar siswa di sekitar 4.000 sekolah negeri yang sudah terkena dampak aksi mogok.

Puluhan ribu siswa berangkat sekolah di seluruh negara itu pada Minggu untuk pertama kali sejak 5 September.

Serikat mengumumkan mogok setelah penguasa menggunakan gas air mata membubarkan ribuan guru yang berunjuk rasa menuntut kenaikan gaji dekat kantor pemerintah.

Banyak orang tua menunjukkan solidaritas atas gerakan para guru dengan tidak menyekolahkan anak-anak mereka. (reuters/antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler