Pemerintah Diingatkan Agar Tak Asal Bangun Rusun

Selasa, 15 Maret 2011 – 15:51 WIB

JAKARTA - Pemerintah pusat diminta tidak sembarangan membangun rumah susun (rusun) hanya karena ingin mencapai targetPasalnya, banyak rusun yang tidak ditinggali masyarakat dan akhirnya hanya menjadi bangunan tua.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Mulyadi menyatakan, perlu strategi khusus dalam menangani masalah rusun

BACA JUGA: Saham ASII Muncer, UNTR Terhempas

Pemerintah pusat pun harus lebih intens berkoordinasi dengan daerah agar rusun yang dibangun bisa difungsikan.

"Kami prihatin sekali dengan banyaknya laporan yang masuk kalau rusun yang dibangun Kementerian Perumahan Rakyat maupun Kementerian PU tidak ditinggali
Kalaupun ada yang tinggal, bukan masyarakat sasaran (berpenghasilan rendah), tapi dijadikan bisnis (dikontrakkan)," tutur Mulyadi di ruang Komisi V DPR RI, Selasa (15/3).

Menurut Mulyadi, harus ada solusi untuk itu

BACA JUGA: Pemerintah Pertahankan Harga BBM Bersubsidi

Karenanya, pemerintah pusat tidak boleh sepenuhnya menyalahkan pemda yang dinilai tidak mendukung program pusat
Sebab, bisa saja rusun yang dibangun tidak dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

"Tidak bijak menimpakan semua kesalahan pada pemda

BACA JUGA: Presiden Khawatirkan Krisis Pangan dan Energi

Harusnya pusat berkoordinasi dengan daerahDitanya dulu, apa sebenarnya yang dibutuhkan daerah, bukan karena ingin anggaran terserap langsung saja bangun rusunnya," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, DPR pun akan menyiapkan RUU Rusun yang akan lebih jelas mengatur tentang persyaratan pembangunan rusunTermasuk pula diatur didalamnya adalah peningkatan peran pemda dalam pembangunan rusun.

"Biasanya pemda kalau tidak dilibatkan dari awal, enggan melakukan pemeliharaan bangunan yang dihibahkan pusatAgar rusun yang dibangun nanti bisa dimanfaatkan dan benar-benar ditinggali, akan dicari strategi khusus untuk itu," tandasnya(Esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daerah Diminta Peduli Jalan Nasional


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler