Pemerintah Italia di Ambang Kolaps, Perdana Menteri Sudah Siapkan Pengunduran Diri

Selasa, 26 Januari 2021 – 05:37 WIB
PM Italia Giuseppe Conte. Foto: ANTARA/REUTERS/Yara Nardi/TM

jpnn.com, ROMA - Pemerintahan Italia berada di ambang kehancuran. Perdana Menteri Giuseppe Conte berencana mengundurkan diri dan membentuk koalisi pemerintah baru dalam waktu dekat.

"Tujuan saya adalah menemukan kesepakatan yang memberikan perspektif politik yang jelas untuk memerintah hingga akhir legislasi," kata Conte, menurut surat kabar La Repubblica.

BACA JUGA: Waduh, Perusahaan Vaksin Amerika Sukses Bikin PM Italia Murka

Laporan itu menambahkan bahwa Conte kemungkinan menyerahkan pengunduran dirinya kepada kepala negara hari ini, Selasa (26/1).

Dia kemudian akan membentuk koalisi baru yang berisi anggota parlemen berhaluan tengah.

BACA JUGA: Hampir 1 Tahun Berlalu, Italia Masih Diteror Virus Corona

Belum ada komentar langsung dari kantor perdana menteri.

Pemerintahan Conte dilanda kekacauan awal bulan ini ketika mitra junior, partai Italia Viva yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Matteo Renzi, menarik diri dari kabinet akibat pertikaian terkait penanganan krisis virus corona.

BACA JUGA: Bamsoet dan Dubes Italia Bahas Kerja Sama Pembangunan Sirkuit F1 Bali

Meskipun Conte selamat  dari pemungutan suara di parlemen minggu lalu soal mosi percaya, dia gagal mengamankan mayoritas absolut di Senat. Karena itu, dia akan bergulat  dalam memberlakukan agenda kebijakan apa pun --kecuali  dapat menarik dukungan baru.

Perdana menteri telah mengimbau para anggota Senat yang berhaluan tengah dan tidak selaras untuk bergabung dengan jajaran pemerintah, tetapi sejauh ini hanya sedikit yang menanggapi.

Surat kabar Corriere della Sera mengatakan Conte ingin Renzi kembali. Ia juga ingin menciptakan "pemerintahan keamanan nasional", yang juga akan mendapat dukungan dari beberapa politisi kanan-tengah moderat.

Untuk memberi tekanan pada anggota parlemen, partai-partai utama yang berkuasa mengatakan pemilihan cepat yang berlangsung dua tahun lebih cepat dari jadwal akan menjadi satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan politik, kecuali solusi dapat segera ditemukan. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler