Pemerintah Mau Bangun Kereta Cepat? Dengerin Nih.. Saran Mantan Menhub

Jumat, 28 Agustus 2015 – 21:52 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Mantan Menteri Perhubungan  Emil Salim mengkritisi rencana pemerintah untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung. 

Menurutnya rencana tersebut tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat.

BACA JUGA: Tadinya Belum jadi Tersangka, Siapa Dia?

Kalau kereta api cepat dengan biaya sekitar Rp 60 triliun itu jadi beroperasi, waktu tempuh Jakarta-Bandung bisa dinikmati 34 menit saja. Ironisnya, di balik mega proyek tersebut ada masyarakat banyak yang belum bisa menikmati air bersih dan energi listrik.

"Program kereta cepat tidak lebih prioritas jika dibandingkan dengan pembangunan tol laut. Kalau untuk pembangunan tol laut, saya menyambut baik rencana itu," ujar Emil usai Munas BP3 (Badan Pembinaan Pensiunan Pegawai) Kementerian Perhubungan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (28/8).

BACA JUGA: Ketika Calon Pimpinan KPK Ditetapkan Tersangka, Pansel Bergerak

Menurut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini, pembangunan kereta cepat tidak memiliki pengaruh yang besar. Selain itu, Emil melihat rencana tersebut terlalu dipaksakan untuk rute Jakarta-Bandung, yang hanya berkisar 180 Km.

"Apakah itu proyek dengan prioritas tinggi? Kan tidak. Kereta cepat itu lebih berguna untuk jarak jauh. Misalnya Jakarta-Surabaya, kalau Jakarta-Bandung saya khawatir ini tidak cocok untuk kompetisi KA biasa. Sistemnya nggak betul," katanya.

BACA JUGA: KKP Berikan 60 Persen Anggaran Untuk Nelayan

Karena itu Emil lebih mendukung program pemerintah yang mampu mengatasi ketimpangan sosial, mengingat 82 persen sumbangan PDB masih berasal dari Jawa, Sumatera dan Bali.

Lebih baik, Lanjut dia, pemerintah fokus untuk memperkuat bantalan-bantalan KA, tingkat keselamatan dan meperbaiki infrastruktur KA. 

"Jadi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung cuma buang waktu dan pemborosan saja. Nggak penting. Apa penumpang banyak yang menuju Bandung dari Jakarta atau sebaliknya? Saya rasa nggak," tandas mantan Menteri Lingkungan Hidup ini.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perempuan Ini Pastikan Nama TSK Bareskrim di Luar 8 Kandidat Sisa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler