Pemerintah Menyiapkan Insentif per Bulan untuk Pelajar yang Hafal Alquran

Sabtu, 17 Oktober 2020 – 18:26 WIB
Seorang santriwati sedang menjalani tes hafalan surat Alquran yang dibimbing oleh gurunya.

jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya kini mengucurkan dana segar berupa uang insentif bagi anak-anak penghafal Alquran di Kota Surabaya. Nilainya bervariasi, antara Rp 100 – Rp 500 ribu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo mengatakan, bagi peserta didik jenjang TK yang hafal 1 juz Alquran akan mendapat insentif dari Pemkot senilai Rp 100ribu per bulan. Kemudian, pelajar jenjang SD yang hafal 3 juz mendapat insentif Rp 200ribu per bulan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Siswa SMKN Nikahi 2 Wanita, Kapolri Siap Sikat Semua yang Terlibat, Gatot Cs Diminta Siap-siap

Sementara itu, bagi pelajar SD yang hafal sampai 5 juz akan mendapat Rp 300ribu per bulan. Selanjutnya, untuk siswa jenjang SMP yang hafal sampai 7 juz mendapat insentif Rp 400 ribu per bulan. Terakhir, pelajar SMP yang hafal hingga 10 juz mendapat Rp 500ribu per bulan.

“Ini adalah bentuk dorongan kepada siapapun warga Surabaya agar bisa beraktivitas dan kemudian dia berprestasi. Jadi ini merupakan bentuk dorongan semangat kepada anak-anak Surabaya,” kata Supomo,  dalam siaran persnya.

BACA JUGA: Yandri: Pandai Bahasa Arab dan Hafal Alquran itu Radikal? Itu Sungguh Membuat Saya Tersinggung Pak

Tak hanya insentif bagi pelajar yang menghafal Alquran saja, pemkot juga akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Kota Surabaya, yang berkuliah di kampus negeri maupun swasta yang sudah bekerjasama dengan pemkot.

Beasiswa tersebut tak diungkapan nilainya, namun yang pasti akan membiayai keperluan kuliah hingga selesai. Selain itu, pemkot akan memberikan kesempatan bekerja kepada mahasiswa-mahasiswi yang baru lulus kuliah.

BACA JUGA: Jogoboyo: Hati Arek-arek Suroboyo Menangis Melihat Aksi Bu Risma

“Begitu mahasiswa itu lulus dari kampus-kampus itu tadi, anak-anak kita yang mendapat beasiswa bisa langsung bekerja," katanya.

Namun demikian, berbagai macam bentuk intervensi yang diberikan pemkot untuk bidang pendidikan itu belum termasuk pula kegiatan lain yang diberikan.

Seperti, pemberian makanan tambahan, seragam bagi pelajar dari keluarga tidak mampu, hingga program-program kejar paket yang diintervensi pemerintah.

Maka dari itu, Supomo berharap bentuk intervensi dari Pemkot Surabaya ini bisa mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan bisa bersaing di masa depan. (ngopibareng/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler