Pemerintah Tolong Didengar, Konversi Kompor Listrik Sangat Memberatkan Rakyat

Jumat, 23 September 2022 – 14:15 WIB
Pemerintah telah berencana mengkonversi penggunaan kompor LPG 3 kilogram ke kompor listrik. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah telah berencana mengkonversi penggunaan kompor LPG 3 kilogram ke kompor listrik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah mulai melakukan uji coba konversi LPG 3 kilogram ke kompor listrik.

BACA JUGA: Brando Susanto: Wacana Konversi Kompor Gas ke Listrik Akan Bebani Masyarakat

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan pemerintah akan membagikan kompor secara gratis pada proses uji coba dan proses implementasi.

Uji coba dilakukan di tiga kota, yakni Denpasar, Solo, dan Sumatera menggunakan kompor listrik dua tungku dengan kapasitas 1.000 watt.

BACA JUGA: Uji Coba Dimulai, Sudah Siap Pakai Kompor Listrik?

Meskipun demikian, banyak warga merasa keberatan dengan rencana konversi tersebut.

Salah satu warga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Nurul (30) mengaku rencana pemerintah mengganti kompor LPG akan membebani masyarakat.

BACA JUGA: Pemerintah Diminta Keluarkan Aturan Program Kompor Listrik

Sebab, penggunaan kompor listrik cenderung lebih boros ketimbang kompor LPG 3 kilogram.

"Belum lagi kalau nanti mati lampu, masaknya bagaimana yang punya usaha warteg, rebus air saja nanti susah. Kok makin kesini bikin susah, sangat berat untuk kami," ujar Nurul kepada JPNN.com, Jumat (23/9).

Menurut dia, pemerintah itu terus membuat kebijakan tetapi belum tentu semua masyarakatnya mampu.

Hal serupa juga diungkapkan Lina (35) ibu rumah tangga ini juga merasa keberatan dengan rencana kebijakan tersebut.

Menurutnya, jika masyarakat diminta menggunakan kompor listrik, akan membuat konsumsi listrik atau tagihan makin membengkak.

"Biayanya akan mahal, sumber tenaga listrik juga kurang memadai, di sini sering mati lampu, watt-nya juga 450 VA," kata Lina.

Menurut Lina, seharusnya kebijakan itu menyasar ke kelas menengah ke atas. Sebab, mereka pasti mampu untuk membayar listrik lebih banyak.

"Bagi kalangan bawah ya keberatan. Apalagi, sekarang banyak orang kena PHK," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM bakal memberikan paket kompor listrik secara gratis kepada 300 ribu rumah tangga yang menjadi sasaran tahun ini.

Nantinya, rumah tangga penerima paket kompor listrik ini ialah yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Adapun paket tersebut terdiri dari satu kompor listrik, satu alat masak dan satu Miniature Circuit Breaker (MCB) atau penambah daya khusus untuk kompor listrik. (mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler