Pemilik Gedung Sebaiknya Pahami Ini Sebelum Pasang Signage

Selasa, 20 Agustus 2019 – 18:00 WIB
Pemasangan signage. Foto : Ist

jpnn.com, JAKARTA - Signage merupakan bagian yang sangat penting dari suatu gedung tetapi sering di lupakan. Tidak ada satupun gedung atau fasilitas publik yang tidak membutuhkan Signage.

Oleh karena itu, praktisi signage menyarankan kepada para pemilik gedung atau bangunan baru untuk menyerahkan pekerjaan signage kepada perusahaan yang mampu mengerjakannya secara total solution.

BACA JUGA: Sekjen Kementan: Anggaran Turun, Kinerja Sektor Pertanian Terus Meningkat

Mulai dari tahap perancangan, pembuatan hingga pemasangan (design and build package), agar proyek bisa berjalan lancar sehingga menghemat waktu dan biaya proyek.

“Sesuai prosedural, biasanya pekerjaan signage di mulai dari design yg biasanya di kerjakan oleh seorang designer. Tetapi, signage itu lebih dari hanya tampilan yang bagus di kertas, dia harus mengerti jenis-jenis material, ukuran yang pas, lokasi pemasangan yang tepat dan teknik pekerjaan sampai tehnik pemasangan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Oleh karena itu, jika menggunakan jasa perusahaan signage yang total solution, pengerjaan di satu pintu, tidak terpisah-pisah, ini lebih efisien dan efektif,” kata praktisi signage yang berpengalaman puluhan tahun dari City-Ad Expo, Treeswenda Mulyana.

BACA JUGA: Riset Bappenas Bukti Efektivitas Belanja Kementan untuk Ekonomi

BACA JUGA : 80%, Istana Negara dan Gedung DPR RI di Gunung Mas

Biasanya lagi, kata Treeswenda, pemilik gedung menggunakan jasa konsultandesign yang sama sewaktu mereka mendesign logo dan kartu nama. Ini akan terkesan efisien.

BACA JUGA: Ditjen PSP Kementan Jemput Bola Sosialisasikan Asuransi Usaha Tani Padi

Tetapi, mendesign signage itu lebih rumit karena tidak ada satu panduan atau “resep” yang bisa digunakan untuk semua proyek.

Setiap proyek akan selalu berbeda, dari sisi design, ukuran dan lokasi pemasangan.

Jadi untuk menghasilkan signage yang cocok dengan kondisi lapangan, seorang designer harus terus mengikuti pembangunan proyek sampai selesai karena perubahan-perubahan desain di lapangan sangat sering dan wajar terjadi.

BACA JUGA : Sekolah Tanpa Gedung

 

Contoh dalam desain dibuat warna gelap lalu warna dinding atau background di lapangan juga ternyata ada perubahan menjadi gelap, sehingga signage tidak dapat terbaca dan terpaksa harus dibuat ulang lagi.

Akibat kesalahan seperti ini, jadwal peresmian gedung, bisa mundur, buang uang dan waktu.

“City-Ad Expo seringkali mengalami kejadian seperti itu. Setelah signage diproduksi, tapi saat dipasang tidak cocok dan signage harus di revisi. Biasa nya untuk revisi ini akan memakan waktu yang cukup lama karena pihak konsultan desain harus melakukan survei dan mendesain ulang signage sesuai dengan permintaan di lapangan. Akan berbeda jika kami yang dilibatkan sejak awal karena kita terus mengikuti progress pembangunan di lapangan. Jadi tingkat kesalahan sangat minim, dan biar pun ada kesalahan kita bisa langsung mengambil solusi tindakan yang diinginkan. Pemilik gedung cukup serahkan di satu pintu dan bisa tenang dan fokus ke urusan yang lain karena untuk signage akan ditangani secara keseluruhan,” sambungnya.

Dikatakan, PT. City-Ad Expo Indonesia memiliki tim komplit dari design, produksi dan instalasi yang berpengalaman untuk memastikan hasil yang sesuai, tepat waktu. Dan juga didukung oleh mesin berteknologi tinggi yang terbaru dan berkualitas.

“Semua proyek kita ikuti pembangunannya sejak awal sehingga koordinasinya sudah mudah dan jelas. Untuk memastikan tidak adanya kesalahan, sebelum membuat signage secara mass production kita akan selalu buatkan sampel yang akan kita pasang langsung di lokasi. Jadi, jika ada ketidaksesuaian dari segala sisi: warna, ukuran, maupun kondisi lapangan, pemilik gedung akan langsung tahu dan dapat langsung melakukan revisi sesuai keinginan tanpa harus melibatkan pihak lain. Ini akan sangat menghemat waktu, dan proyek akan berjalan tanpa ada penundaan yang seringkali terjadi jika ada beberapa pihak yang menangani signage,” jelasnya.

Pentingnya signage bisa dilihat penggunaannya. Contohnya, untuk hotel dan office tower, sebuah skema, desain dan penempatan signage dengan gaya yang konsisten akan membantu membuat tamu dan pengunjung merasa nyaman dan aman dan menemukan lokasi dengan cepat.

signage yang baik bukan hanya membantu menginformasikan, tetapi juga membantu mengkomunikasikan image dan merek perusahaan itu sendiri.

Beberapa signage yang dikerjakan PT. City-Ad Expo Indonesia adalah Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Citra Tower Kemayoran, MNC Bank, Ritz-Carlton Hotel, Eka Hospital, Millenium Centenial Office Tower, CGV Cinemas, Keppel Land Singapore, International Financial Tower 2, Oakwood Hotel & Residence Surabaya, Citra Garden City – Jakarta, Sopodel Office Tower, Ciputra Hospital, Grand Swiss-Belhotel Medan, Signature Park Grande Apartment, Wang Residence, RS Siloam, RS Pondok Indah - Puri Indah, Horison Hotel, Star Square Menado, 1Park Avenue Apartment, Lotte Shopping Avenue, MGold Office Tower, RS Semen Padang dan banyak lainnya di seluruh Indonesia. *

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jumlah Proposal DSCX 2019 Terbanyak Sepanjang Sejarah


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler