Pemkab Merangin Siapkan Lahan untuk Universitas Terbuka

Rabu, 20 Juli 2022 – 21:57 WIB
Bupati Merangin, H. Mashuri dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama, Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., saat penandatanganan kerja sama di UTCC, Pondok Cabe. Foto Mesya/JPNN.com

jpnn.com, PONDOK CABE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung Universitas Terbuka.

Pemberian lahan tersebut disampaikan Bupati Merangin, H. Mashuri saat penandatanganan kerja sama dengan UT di UTCC, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (20/7).

BACA JUGA: Universitas Terbuka Kembali Luluskan 28 PMI Hong Kong, Prof Ojat Menitipkan Pesan

"Agar anak-anak kami bisa mendapatkan pendidikan tinggi tanpa harus ke luar Merangin, kami menyediakan lahan untuk UT. Mau berapa hektare pun kami siapkan," kata Mashuri.

Dia menegaskan pilihan bekerja sama dengan UT atas beberapa pertimbangan, di antaranya aksesnya mudah didapat, bisa belajar sendiri, dan pembiayaan yang terjangkau.

BACA JUGA: Bawa Misi Besar, Universitas Terbuka Gandeng Tiga Institusi

"Melihat kondisi Kabupaten Merangin, sistem pembelajaran UT paling pas," ujarnya.

Dia juga menegaskan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Merangin akan diminta kuliah di UT. Nantinya akan ada beasiswa bagi yang belum S1.

BACA JUGA: Kemnaker Teken MoU dengan Universitas Terbuka, Ini Tujuannya

Begitu juga untuk guru PAUD yang mayoritas lulusan SMA akan diberikan beasiswa untuk mendapatkan S1. Aparat desa pun diberikan beasiswa nanti.

Berapa banyak yang akan mendapatkan beasiswa, Mashuri mengungkapkan masih dihitung jumlahnya.

"Dengan fleksibilitas tinggi dan daya jangkau luas, menjadikan UT pilihan utama kami untuk menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia, serta penggunaan sarana prasarana dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak," bebernya.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama, Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., menyampaikan UT sudah menyiapkan rekognisi pembelajaran lampau (RPL) untuk para ASN, guru PAUD, aparat desa. Masa kerja menjadi salah satu faktor perhitungan dalam penyetaraan jumlah SKS.

Rahmat juga optimistis dengan kerja sama UT dan Kabupaten Merangin akan meningkatkan jumlah mahasiswa.

"Dengan kerja sama ini kami menargetkan ada 10 ribu mahasiswa baru tahun ini," pungkasnya. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler