Pemprov Kepri Janji Berikan Santunan untuk Korban Hercules C-130

Jumat, 03 Juli 2015 – 22:51 WIB

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Soerya Respationo menegaskan, Pemprov Kepri sebisa mungkin akan mengupayakan pemberian santunan kepada seluruh warga Kepri yang menjadi korban dari insiden jatuhnya pesawat Hercules C130 di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6) lalu. 

"Insya Allah, kami akan memberikan santunan kepada mereka yang menjadi korban," tegas Soerya, Jumat (3/7).

BACA JUGA: Polri Masih Tunggu Audit BPK Soal KPU

Meski tak dapat mengobati luka kehilangan anggota keluarga, santunan ini diharapkan bisa turut meringankan beban yang didera keluarga yang ditinggalkan. Hanya saja, Soerya belum bisa merincikan besaran santunan yang bakal diterima oleh masing-masing keluarga korban.

"Soal besarannya, nanti akan dirapatkan dulu dan akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Kepri ini.

BACA JUGA: Tiga Jenazah Korban Pesawat Hercules Dimakamkan di Tanjungpinang

Kabar terakhir yang diterima Soerya, sudah ada 69 warga Kepri yang teridentifikasi menjadi korban dari tragedi Pesawat Hercules C130 milik TNI AU yang jatuh di Medan, Selasa kemarin. Saat ini, sambung Soerya, dirinya senantiasa mengikuti perkembangan terkini terkait tragedi ini dari dua orang yang sudah diutus ke Medan dan Natuna.

Soerya menjelaskan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDBD) Kepri, Edi Wirawan sudah diterbangkan ke Medan. Sementara yang ke Natuna, sudah ada Kepala Seksi Pendidikan Tinggi (Dikti) Disdik Kepri, Fansuri. 

BACA JUGA: Korban Hercules Rencananya Dimakamkan Secara Massal di Natuna

"Setiap saat keduanya selalu mengirimkan perkembangan terakhir ke saya melalui sms. Termasuk juga yang hari ini (Kamis (2/7), red), yang sudah diterbangkan ke Natuna menggunakan pesawat tipe Casa," beber Soerya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mendukung pemberian santunan kepada korban tragedi Pesawat Hercules C-130. Menurut Jumaga, tak ada alasan untuk tidak mendukung rencana tersebut. "Tentu kami mendukung itu. Paling tidak, membantu agar meringankan," katanya.

Jumaga menegaskan, alokasi dana santunan takkan menimbulkan ketimpangan pada neraca keuangan Pemprov Kepri. Pasalnya setiap tahun, kata Jumaga, memang sudah disediakan anggaran untuk kegiatan tak terduga. "Nanti bisa diambil dari anggaran itu. Kalau besaran bantuannya nanti relatif saja dan akan dibahas dulu," ungkap politisi asal Fraksi PDIP ini.

Sebelumnya, dari data jumlah mahasiswa yang menjadi korban, disebutkan ada 15 mahasiswa asal Kepri yang menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130. Namun, hingga saat ini, baru lima jenazah yang berhasil diidentifikasi bersama keluarga. 

Kelima mahasiswa Natuna yang sudah dapat diidentifikasi itu adalah Karminto, Alfin Syahroni, Robiyanto Wahyu, Riski Putra, dan Muzawir. Diinformasikan sudah diurus oleh tim dan Kekerabatan Keluarga Natuna serta pihak keluarga di Rumah Sakit Adam Malik, Medan. 

Sedangkan, Kepala Seksi Pendidikan Tinggi (Dikti) Disdik Kepri, Fansuri mengatakan Kamis (2/7) kemarin, sudah ada tiga jenazah asal Natuna yang diterbangkan dengan menggunakan pesawat Casa milik TNI AU. (aya/ray)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gerindra Tak Mau Bikin Pemerintahan Jokowi Makin Nyungsep


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler