Pemuda Mabuk Perkosa Bocah 7 Tahun di Kebun Karet

Sabtu, 23 Agustus 2014 – 21:29 WIB

jpnn.com - ENTAH setan apa yang ada dibenak ED (22) warga Muara Laung 1, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya (Mura)? Dia tega memperkosa gadis di bawah umur sebut saja Bunga (nama samaran) yang masih berusia 7 tahun itu.

Perbuatan keji dan tidak patut dicontohkan itu membuat Bunga trauma berat.  Bahkan saat ditemukan kakak korban di tempat kejadian perkara (TKP), kondisi Bunga sangat memprihatinkan. Celana dalamnya pun ditemukan dalam kondisi berdarah di kebun karet milik salah satu warga setempat, Jumat (22/8) sore.

BACA JUGA: Efan Ditemukan Membusuk dengan Kaki-Tangan Terikat

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos (Grup JPNN) dari warga setempat, menyebutkan bahwa sebelum terjadinya pemerkosaan terhadap korban, ED terlebih dahulu minuman keras bersama temannya, ketika dalam kondisi mabuk pun ED sudah menargetkan untuk berusaha merenggut keperawanan Bunga.

Entah bagaimana persisnya hingga, ED bisa merayu korban untuk melepaskan celana dalamnya hingga memperkosa korban. Dalam kesehariannya, pelaku ini diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan menjadi preman kampung.

BACA JUGA: Manajer Tempat Hiburan Jadi Tersangka Judi Online

"Ketika itu pelaku mabuk dan dilakukan di kebun karet milik warga, pelaku sempat melarikan diri setelah kakak perempuannya melihat korban menangis terkapar di TKP dengan darah di celana dalam," ungkap salah satu sumber yang merupakan warga setempat via telepon, malam tadi.

Dijelaskannya, meski sempat melarikan diri, pelaku pun dapat ditangkap di rumahnya sendiri setelah aparat kepolisian dari sektor Laung Tuhup datang, setelah mendapatkan laporan dari pihak korban.

BACA JUGA: BNNP Tangkap Jaringan Bandar Alumni Medaeng

Kapolsek Laung Tuhup Iptu A Chandra membenarkan bahwa ada kejadian tersebut, dimana untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan para saksi.

"Iya benar bos, tapi masih kita periksa untuk kebenarannya bos apakah memang iya atau tidak sepeti itu. Ya maklum lah namanya warga kita bos terkadang belum pasti sudah buru-buru lapor dan begitu kita periksa ternyata belum atau baru percobaan atau juga nanti dari korban kalau memang iya ternyata tidak mau diproses bos. Jadi sementara masih kita periksa dari korban dan orangtuanya dulu bos," tulisnya melalui pesan singkat. (ren)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dijambret, Korban Terluka, Puluhan Juta Melayang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler