Pemuda Muhammadiyah: Khilafah Itu Romantisme Lama

Minggu, 14 Mei 2017 – 02:03 WIB
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan pihaknya menolak keras khilafah diterapkan di Indonesia. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah akan mengajak anggota HTI berdiskusi untuk mengembalikan penafsiran yang salah terhadap makna sistem khilafah itu sendiri.

"Bagi Muhammadiyah Islam khilafah itu adalah romantisme lama yang bagi kami tidak kompatibel diterapkan pada saat ini," kata Dahzil saat dihubungi, Sabtu (13/5).

BACA JUGA: Tolak Khilafah, Begini Cara Pemuda Muhammadiyah Menyadarkan HTI

Menurutnya, Muhammadiyah sudah menganggap Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah, yang artinya kesepakatan bersama sebagai bangsa. Karenanya, kata dia, khilafah bagi Muhammadiyah tidak kompatibel untuk Indonesia.

Meski begitu, lanjut dia, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah HTI hanya menganut ajaran tersebut ataukah ingin menerapkannya. Seandainya hanya sebagai ruang diskusi, maka HTI bukan ancaman.

BACA JUGA: Kiai Said: Tidak Ada Dasar di Alquran Harus Khilafah

"Indonesia dan Islam punya beragam khazanah pemikiran, itu wajar sekali. Dan kita saling menghormati di dalam khazanah pemikiran itu. Tapi yang jadi masalah ketika ide itu menjadi gerakan," kata dia.(Mg4/jpnn)

BACA JUGA: Bantu Pemerintah, PBNU Siap Mengubah Ideologi Anggota HTI

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemuda Sumsel Serukan NKRI dan Pancasila Harga Mati


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler