Pemuda Muhammadiyah Sebut Pernyataan Abu Janda Mengacaukan Kesadaran, Polisi Harus Tegas

Sabtu, 30 Januari 2021 – 20:47 WIB
Permadi Arya atau biasa yang disebut Abu Janda. Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mendorong polisi untuk memproses Permadi Arya alias Abu Janda secara profesional.

Pemuda Muhammadiyah menganggap unggahan Abu Janda yang kini tengah diproses Bareskrim, dianggal memecah persatuan Indonesia.

"Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya," ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto saat dihubungi, Sabtu (30/1).

Menurut pria yang akrab disapa Cak Nanto itu, twit Abu Janda yang menyebut Islam sebagai agama pendatang yang arogan, berpotensi memecah belah umat Islam di Indonesia.

BACA JUGA: Abu Janda Dipolisikan, Hasan: Jika Menyalahi Prinsip, Maka tak Layak Mengaku Banser

"Twit tersebut nyata-nyata memecah belah umat. Bareskrim harus segera menangkap Abu Janda," kata dia.

Menurutnya, perspektif Abu Janda yang mengatakan Islam adalah agama pendatang yang arogan, justru mengacaukan kesadaran budaya dalam berislam.

"Saya kira twit Abu Janda jelas-jelas mengacaukan kesadaran budaya berislam itu sendiri. Dia keliru menafsirkan Islam," kata dia.

Cak Nanto menilai banyak ajaran Islam yang berasimilasi dengan budaya Indonesia.

Hal itu justru tidak menghilangkan esensi kebudayaan dan keimanan penganutnya.

"Ada ajaran Islam yang konteksnya budaya dan relasinya sudah disepakati dan dijalankan sebagai relasi kebudayaan serta tidak menghilangkan konteks keimanan seseorang," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Bareskrim Polri memanggil Abu Janda atas laporan Medya Rischa soal dugaan ujaran SARA dan penistaan agama karena menyebut 'Islam arogan'. Abu Janda dipanggil Bareskrim pada Senin (1/2).

Twit Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan' berawal dari perang twit dengan Tengku Zulkarnain.

BACA JUGA: Jadi Kapolri Termuda, Jenderal Listyo Bawa Semangat Transformasi di Tubuh Polri

Pada awalnya, Tengku Zulkarnain lewat akun @ustadztengkuzul di Twitter, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika.

Lalu, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya. Twit tersebut dipublikasikan hari Minggu (24/1).

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," tulis Tengku Zulkarnain.

Abu Janda membalas tulisan Tengku Zulkarnain tersebut, "Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," tulis Abu Janda melalui akun @permadiaktivis1. (tan/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA JUGA: Soal Pajak Pulsa hingga Token, Bu Sri Merespons dengan Nada Tegas, Ada Kata Jengkel


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler