Pemulangan Jenazah Ainun Habibie Terkendala Libur

Minggu, 23 Mei 2010 – 15:48 WIB
JAKARTA - Rencana pemulangan jenazah mendiang mantan ibu negara Ny Hasri Ainun Habibie, ternyata tak berlangsung mulusPemulangan jenazah yang berada di rumah sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Munchen itu terkendala perizinan karena saat ini di Jerman sedang libur

BACA JUGA: 23 Depidar Kecam Pendiri SOKSI

Tak hanya Minggu, Senin (24/5) besok, pemerintah Jerman juga menetapkan hari lubur nasional.

"Jenazah sementara dibalsam dan menunggu pemulangan
Estimasi kami, jenazah akan tiba di Jakarta Rabu," Juru Bicara Keluarga Habibie Watik Pratiknyo di rumah duka, Patra Kuningan Jakarta

BACA JUGA: Deadlock, 23 SOKSI Memilih Walkout



Seperti diketahui, Mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie Besari sudha lama sakit dan dirawat di rumah sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Munchen
Istri Presiden RI Ketiga Baharudin Jusuf Habibie itu meninggal pada pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB tadi malam (22/5)

BACA JUGA: Upayakan Turunkan Ongkos Haji Rp 1,8 Juta

Rencananya, jenazah akan dijemput oleh pesawat khusus kepresidenan.

"Pak Habibie mengabarkan kepada saya pada pukul 22.48 WIBBeliau menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf dan keluarga mohon doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia atas berpulangnya Ibu," ujar anggota DPR Ali Muchtar Ngabalin mewakili keluarga besar Habibie ketika dihubungi tadi malam.

Dia kemudian menyampaikan pesan B.JHabibie untuk berterima kasih kepada Presiden SBY dan jajaran pemerintah IndonesiaAinun Habibie, rencananya, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, JakartaKarena itu, persiapan akan terus dilakukan di kediaman Habibie di Jakarta.

Kondisi kesehatan Ainun Habibie memang terus memburuk sejak 24 jam terakhirWanita berusia 72 tahun itu dilaporkan memasuki masa-masa paling kritis dari rangkaian tindakan medis yang dilakukan tim dokter Ludwig Maximilians Universitat Klinikum, Munchen, Jerman, sejak Maret silamAinun Habibie dirawat setelah 12 kali operasi untuk mengangkat tumor paru-paru dan kanker colon atau usus besar.

"Saat ini keluarga sudah berkumpul di Munchen terkait kondisi IbuBapak (Habibie, Red) dan Thareq Habibie beserta istri sudah di sanaSementara Ilham Habibie masih dalam perjalanan ke Jerman," terang Watik yang juga direktur eksekutif The Habibie Center

Pada pagi kemarin, sempat beredar kabar bahwa wanita kelahiran Semarang, 11 Agustus 1937, itu telah mengembuskan napas terakhir di JermanNamun, sejumlah kerabat dekat pada siang harinya mengklarifikasi kabar itu bahwa kondisinya memang sempat drop

Tadi malam WIB, update dari sejumlah kerabat dan kolega menyatakan bahwa kondisi Ainun Habibie sempat berangsur stabil sebelum wafatDia meninggal di rumah sakit tercanggih di Jerman di bawah pengawasan Prof Dr Gerhard Steinbeck, spesialis penyakit jantung terkemuka Jerman.

Staf pribadi Habibie, Marulloh Noor, mengatakan bahwa kondisi terburuk Ainun terjadi sejak tiga hari laluSebelumnya keluarga berharap agar Ainun bisa pulih." "Kamis lalu (Ibu Ainun) masih sadar walaupun makannya hanya bisa lewat infusSaat itu masih bisa merespons ketika diajak bicara dan salat," kata Marulloh

Namun, kemudian kondisinya menurun drastisMenurut Marulloh, dokter sempat menyerah dan tak bisa melakukan perawatan medis lagiKeluarga lantas bersiap dengan segala kemungkinan terburuk"Kami mohon doanya saja," ujar dia.

Pantauan Jawa Pos di kediaman Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta, mulai pagi hingga sore kesibukan sudah tampakSejumlah kerabat dan pekerja datang silih bergantiBeberapa petugas dari Garnisun juga sudah beraktivitas di kediaman Habibie ituSalah seorang penjaga keamanan kediaman Habibie bernama Hendra mengatakan, mereka diperintah untuk membersihkan rumah dan mempersiapkan kemungkinan terburuk"Ya tau sendirilah, MasSaya tidak mau berandai-andai," ujarnya menjawab pertanyaan sejumlah wartawan.

Beberapa pihak juga sempat kecele ketika mendengar kabar menurunnya kondisi kesehatan AinunJawa Pos melihat beberapa florist mengantarkan karangan bunga dukacita ke kediaman HabibieNamun, pihak keamanan dan sejumlah pegawai menolak dan meminta mereka mengembalikan karangan bunga itu"Kami belum mendapat kabarKondisi rumah kosong, MasSemua sudah ke Jerman," kata dia

Juru Bicara Presiden Julian Aldian Pasha ketika dihubungi mengatakan bahwa Presiden SBY telah menginstruksi Wapres Budiono agar memantau perkembangan kondisi Ainun"Presiden juga meminta Wapres Boediono menyiapkan segala sesuatu bantuan apa pun yang diperlukan untuk membantu Pak Habibie," kata Julian.

Presiden sudah meminta protokoler istana menyiapkan segala keperluan pemulangan dam pemakamanSebab, dalam kapasitas Habibie sebagai mantan presiden, segala kesiapan setelah Ainun berpulang ditangani oleh negara.(zul/c4/iro)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Direksi Perusahaan Penyetor Gayus Terancam Tersangka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler