Penanganan Gempa Aceh Dipuji Presiden

Jumat, 09 Desember 2016 – 10:09 WIB
Presiden Jokowi kunjungi korban gempa Aceh. Foto: Biro Pers Kepresidenan

jpnn.com - ACEH--Penanganan terhadap korban bencana gempa Pidie Jaya dianggap sudah sangat baik.

Apalagi evakuasi korban gempa di Aceh tersebut sudah mencapai 99 persen.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Kunjungi Pidie Jaya

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo setelah menjenguk korban bencana gempa Pidie Jaya di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh, Kamis malam.

Adapun korban bencana yang mendapatkan perawatan di RS dr Zainoel Abidin berjumlah 23 orang yang sebagian besar mengalami patah tulang.

BACA JUGA: Begini Cara Sri Bintang Pamungkas Habiskan Waktu di Dalam Sel

"Terutama untuk merekonstruksi kembali setelah nanti kita lihat lapangan seperti apa. Yang penting evakuasi penanganan korban di RS sudah ditangani dengan baik," ujar Jokowi.

Sebelumnya dalam rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki melaporkan tentang dampak gempa di Pidie Jaya dan sekitarnya.

BACA JUGA: 2016 Indonesia Bebas Bencana Asap

 "Korban meninggal 102 tewas dan 1 hilang, 136 luka berat, 616 luka ringan, dan 10.029 mengungsi tersebar di 28 penampungan di tiga kabupaten," imbuh Presiden.

Bencana yang terjadi, memberikan dampak di tiga kabupaten yakni Pidie Jaya, Bireuen, dan Pidie.


Di Pidie Jaya kerugian material sebanyak 105 unit ruko roboh, 12.560 unit rumah rusak ringan hingga berat, 49 unit masjid roboh, 1 RSUD Pidie rusak berat, beberapa ruas jalan rusak, dan tiang listrik roboh.

Sementara di Kabupaten Bireuen sebanyak 41 rumah rusak ringan hingga berat, satu masjid rusak berat, satu bangunan sekolah rusak, dan satu kilang padi rusak berat.

Di Kabupaten Pidie sebanyak 40 rumah juga rusak berat.

Gubernur Aceh telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari (7-20 Desember 2016) melalui surat Nomor 39/PER/2016.

Masa tanggap darurat ini berlaku untuk tiga kabupaten yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen.

Penetapan tanggap darurat diperlukan untuk memudahkan penanganan darurat dan kemudahan akses.

Turut menyertai Presiden saat menjenguk korban di RS dr Zainoel Abidin, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Plt Gubernur Aceh Soedarmo. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gandeng PMI, Citilink Angkut 11 Ton Logistik untuk Korban Gempa Aceh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler