Pencairan Dana Insentif Prakerja 2021 Akan Lebih Cepat

Kamis, 20 Mei 2021 – 22:23 WIB
Ilustrasi Kartu Prakerja. Foto: prakerja.go.id

jpnn.com, JAKARTA - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) akan terus berupaya melakukan perbaikan dalam pelaksanaan program kartu prakerja 2021.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan keluhan peserta kartu prakerja pada 2020, tentang lambatnya pencairan insentif sudah diperbaiki dengan implementasi sistem front loading.

BACA JUGA: Menko Airlangga Sebut Peserta Program Kartu Prakerja Calon Pahlawan

Hal ini untuk menghindari kendala-kendala tekknis yang kerap terjadi pada proses pencairan insentif.

"Jadi pelaksaan prakerja 2021 akan lebih cepat pembayaran insentifnya. Karena sekarang menggunakan strategi front loading, jadi jika dijadwalkan dapat insentif tanggal 25 kita akan berusaha transfer pada minggu pertama. Agar peserta segera mendapatkan insentif," kata Denni.

BACA JUGA: BP Tapera Gandeng BTN dan Perumnas untuk Permudah Masyarakat Miliki Rumah

Selain itu, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga akan meningkatkan edukasi tentang sisa saldo pelatihan yang harus dihabiskan peserta.

Karena sisa saldo tersebut akan diambil kembali ke kas negara.

BACA JUGA: Operator SPBU Swasta Naikkan Harga BBM Sejak Maret, Hanya Pertamina yang Belum

Menurut hasil survei, hanya 54,7% penerima program yang mengambil pelatihan kedua, 45,4% tidak mengambilnya.

Alasannya ada 29,1 % mengaku tidak cukup punya waktu luang, 14,9 % menyatakan sudah merasa cukup dengan pelatihan yang diambil.

Kemudian 12% mengaku tidak tahu kalau sisa saldo bisa bisa digunakan untuk pelatihan lagi, 9,3% tidak ingin ambil pelatihan lagi dan 6,7% tidak tahu jika bisa mengambil pelatihan kedua.

"Kami akan memperbaiki dan meningkatkan edukasi kita tentang saldo pelatihan. Jadi saldo pelatihan tidak bisa diuangkan dan harus dihabiskan, Rp50 perak sisa saja diambil Bu Sri Mulyani (Kementerian Keuangan)," tutur Denni.

Menanggapi kendala peserta yang tidak mengambil pelatihan kedua, karena merasa tidak ada pelatihan yg cocok, ada PMO juga mengembangkan fitur rekomendasi.

Fitur tersebut untuk memberikan rekomendasi pelatihan yang cocok dengan profil peserta dan sesuai dengan sisa saldo pelatihan.

"Kami sudah menggunakan machine learning di dashboardnya peserta, jadi sisa saldo pelatihan di situ ada rekomendasi berdasarkan profil peserta yang mirip dengan peserta dari ratusan ribu peserta sebelumnya yang sesuai dengan sisa saldo yang dimiliki peserta," kata Denni.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pandemi Belum Usai, Kominfo Ajak Masyarakat Merajut Semangat di Hari Kebangkitan Nasional


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler