Penculik Bayi Valencia Alami Patah Tulang

Minggu, 30 Maret 2014 – 00:04 WIB

jpnn.com - BANDUNG -- Penculik bayi pasangan Toni Manurung (26) dan Lasmaria Manulang (24) diduga mengalami patah tulang di sejumlah bagian tubuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sang penculik, DS, sempat mencoba bunuh diri ketika akan ditangkap oleh polisi dengan melompat dari fly over Pasupati, Jumat (28/3) malam.

BACA JUGA: Bertemu Anaknya, Iqbal Syahputra, Iis Menangis Histeris

Dikatakan Direktur Umum dan Operasional RSHS, Edi Sampurno, diagnosa sementara, pelaku mengalami nyeri lengan atas, sikut kiri, pergelangan tangan kiri, dan tulang panggul kiri dengan beberapa tulang yang diduga patah.

Saat ini, kata Edi, DS ditangani intensif oleh tim medis yang terdiri dari dokter bedah digestif, ortopedi, mata, dan psikiatri.

BACA JUGA: Dicabuli Saat Kelas 1 SMP, Kelas 2 Melawan

"Ada beberapa rangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan untuk memastikan apakah ada kelainan pada fisik atau kejiwaannya," kata Edi seperti dilansir Bandung Ekspres, Minggu (30/3).

Namun begitu, Edi memastikan jika DS yang kini masih dirawat di IGD masih berada dalam kondisi yang stabil. Evaluasi khusus pun dilakukan untuk menelusuri lebih dalam kondisi si penculik yang sempat menghebohkan media beberapa hari terakhir ini. "Kita harus evaluasi khusus dalam memeriksa DS ini," ujarnya.

BACA JUGA: Modal Rp10 Ribu, Kepala Sekolah Cabuli Murid-muridnya

Ketika ditanya mengenai kondisi bayi yang bernama Valencia Yusnitia ini, Edi menuturkan bayi berada dalam keadaan sehat meski berat badannya menurun.

Ini tak mengherankan, mengingat selama empat hari tiga malam, ini berada di tangan DS sang penculik. Untuk diketahui, saat lahir, bobot bayi Valencia adalah 3,4 kilogram sedangkan, saat ini bobotnya menjadi 3,3 kilogram.

"Karena tidak berada di tangan yang tepat, berat badannya turun. Suplai makanan kepada bayi ini kurang (selama diculik) sehingga terjadi penurunan berat badan," ucapnya. (fan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ibu Bocah Korban Kekerasan Iqbal Syahputra Ditemukan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler