Pencuri Motor Ditembak Mati Polisi

Kamis, 28 Agustus 2014 – 05:42 WIB

jpnn.com - TASIK - Seorang pencuri kendaraan bermotor bersimbah darah di Jalan RE Martadinata Kota Tasikmalaya, Rabu (27/8). Pemuda berinisial Sam (25) itu meregang nyawa setelah kaki, perut dan lehernya ditembus peluru polisi. 

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA mengatakan sebelum tewas, Sam dan temannya AK (32), warga Kelurahan Cikalang, Tawang, Kota Tasikmalaya mencuri motor di Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

BACA JUGA: Dua Sahabat Kompromi Perkosa Tukang Masak

Polisi yang menerima informasi tersebut kemudian mengintai mereka. Saat itu Sam asal Panawangan, Ciamias dan AK (32) asal Kelurahan Cikalang, Tawang, Kota Tasikmalaya mencoba mengambil motor di wilayah Purbaratu. Sam membuka kunci gembok rumah menggunakan gunting raja. “Pelaku pun dapat mengambil satu kendaraan dari tiga kendaraan yang ada di rumah tersebut,” ujar Noffan, seperti dilansir dari Radar Tasikmalaya (Grup JPNN).

Polisi dan masyarakat kemudian menyergap mereka. AK ditangkap, sedangkan Sam kabur. Dia membawa samurai. “Melihat pelaku melarikan diri, petugas langsung mengejar pelaku,” kata alumnus Akpol 1994 ini.

BACA JUGA: Keluarga Korban Sodomi JIS Siap Adu Bukti

Tepat di Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, polisi mampu mengejar motor yang ditumpangi pria tambun bertato itu. Kata Noffan, motor yang ditunggangi Sam berhenti setelah ditendang anak buahnya. Setelah terjatuh, kata Noffan, terjadi perkelahian antara Sam dengan anggota kepolisian. Sam yang membawa samurai terus melawan. “Untuk melumpuhkannya ternyata petugas tidak segampang dan semudah dengan apa yang dibayangkan,” ujar Noffan.

Kemudian polisi menembakkan peringatan. Namun residivis curanmor itu masih melawan. Dia tidak menggubrisnya. “Tetap melakukan perlawanan sehingga pelaku terpaksa ditembak di bagian kaki (kiri),” papar perwira menengah ini. 

BACA JUGA: Beraksi Pakai Sajam, Dua Jambret Ditembak

Bukannya takut, Sam, kata Noffan, malah terus melawan menggunakan samurai. Dia kian beringas. “Karena jiwa petugas terncam, petugas pun melakukan upaya membela diri yaitu dengan melumpuhkan dengan menembak mati yang bersangkutan,” jelasnya. 

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan kunci T dan gunting raja yang dimasukan di dalam sarung raket pelaku. Termasuk samurai yang dipakai melawan petugas. “Kemudian kita upayakan pengecekan ke rumah pelaku, di sana juga ditemukan banyak sekali kunci-kunci T dan kunci duplikat daripada kendaraan yang memang hasil daripada curanmor,” jelasnya.

Kemudian jasad Sam dibawa ke RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Setelah berbincang dengan keluarga, Sam dibawa pulang ke Panawangan. Dia dikuburkan. “Jenazah pelaku dimakamkan sekitar pukul 14.00 siang di Panawangan,” paparya. Sebelumnya, kata dia, warga sempat menolak jasad Sam dikuburkan di sana, namun akhirnya mereka menerima setelah dinegosiasi polisi. (ali/gna)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Asyik Mesra-mesraan, Pegawai Katering Dipukul Kunci Ban


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler