Pendapatan Negara Rp 922 Triliun, Angkat Hononer K2 jadi PNS Hanya Butuh Rp 33 Triliun Lho..

Rabu, 26 Agustus 2020 – 08:32 WIB
Tenaga Honorer K2 berharap revisi UU ASN segera dituntaskan. Ilustrasi. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Di tengah pandemi COVID-19, pendapatan pemerintah masih cukup besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pendapatan negara hingga Juli 2020 mencapai Rp 922,2 triliun.

Pendapat negara yang cukup tinggi itu membuat honorer K2 berharap banyak.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: KAMI Tandingan Versi Mahasiswa Muncul, Firli Bahuri Diminta Mundur

"Alhamdulillah pendapatan negara masih cukup banyak meski pandemi COVID-19. Semoga honorer K2 kecipratan anggaran pendapatannegara agar APBN berkah," kata Ahmad Saefudin, koordinator wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Jawa Tengah kepada JPNN.com, Rabu (26/8).

Dari perhitungannya, untuk menyelesaikan honorer K2, pemerintah tidak butuh dana besar.

BACA JUGA: Honorer K2 Tua, Maaf, Mungkin Anda tak Suka Kabar Ini

Pemerintah hanya menyisihkan dana Rp 33 triliun untuk mengangkat 400 ribuan honorer K2 menjadi PNS.

"Masih cukup banyak lah sisa anggaran negara kalau dikurangi dana untuk honorer K2," ucapnya.

BACA JUGA: Honorer K2 Pertanyakan Anggaran PPPK Tahun 2020

Dia menambahkan, di usia kemerdekaan RI ke-75, honorer K2 masih terus berjuang mendapatkan status Aparatur Sipil Negara (ASN).

Belasan hingga puluhan tahun berada dalam sistem perbudakan modern karena honor yang diterima sangat rendah.

"Sebelum Indonesia merdeka, para pejuang bertempur melawan penjajah. Setelah Indonesia merdeka, anak bangsa berjuang mendapatkan statusnya karena negara belum hadir di tengah-tengah honorer K2," tuturnya.

Dia berharap, para pejuang nasib honorer K2 di PHK2I mampu memahami, meresapi, meneladani dan mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan. (esy/jpnn)

 

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler