Pendataan Honorer, Itong Masih Simpan Data Peristiwa 2013, Dokumen Hitam!

Selasa, 02 Agustus 2022 – 16:12 WIB
Ketum DPP FHTTA-K2 Riyanto Agung Subekti alias Itong mengungkit rekrutmen CPNS 2013. Apa kaitannya dengan pendataan honorer? Foto: dokumentasi pribadi for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketum DPP Forum Honorer Tenaga Teknis Administrasi-Kategori Dua (FHTTA-K2) Indonesia Riyanto Agung Subekti mengungkit seleksi CPNS 2013 yang amburadul.

Saat itu, kata Riyanto, honorer bodong bisa ikut tes bahkan lulus seleksi CPNS.

BACA JUGA: Penjelasan Lengkap BKN soal Tahapan Pendataan Honorer, Syarat, Jadwal Seleksi CPNS & PPPK

Alhasil ratusan ribu honorer K2 sampai menanggung dampaknya. Penyelesaiannya berbelit-belit.

"Sudah menjadi rahasia publik rekrutmen CPNS 2013 paling amburadul sepanjang sejarah," kata Itong, sapaan akrab Riyanto kepada JPNN.com, Selasa (2/8).

BACA JUGA: 8 Kebijakan Pemerintah Dalam Penyelesaian Honorer, Pegawai Non-ASN Bisa Ceria Lagi 

Semua itu, lanjutnya, berawal dari ketidakjujuran proses seleksi.

Akibatnya fatal, honorer K2 yang tidak punya koneksi dan hanya mengandalkan pengabdian kepada negara akhirnya tersingkir.

BACA JUGA: Kabar Terbaru Kasus Brigadir J, Ricky Saksi Penting, Tahu Istri Ferdy Sambo Dilecehkan?

Nasib mereka masih terkatung-katung khususnya para honorer K2 tenaga teknis administrasi walupun identitasnya sudah ada di database Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat.

Mereka tidak bisa berbuat banyak, malah ribuan honorer K2 di berbagai daerah dirumahkan oleh kepala daerahnya.

"Kini, nasib mereka hanya menggantungkan diri kepada kemukjizatan dari Sang Maha Pencipta," ujarnya.

Dia menyebutkan sogok menyogok untuk menjadi abdi negara di negara ini sudah membudaya. Apakah hal semacam ini akan terus dibiarkan?

"Mau jadi apa generasi muda setelah ini, serta akan dibawa ke mana nasib bangsa ini?"

Menurut Itong, untuk menyelesaikan masalah honorer K2 rumusnya sangat gampang dan mudah, yakni cukup buka data BKN pusat maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

"Cek ulang, apa saja yang sudah dilakukan dan dikerjakan pejabat sebelumnya tentang penyelesaian honorer K2. Gampang, kan?" ujarnya.

Kalau pejabat sekarang enggan untuk melihat dan mengecek ulang data atau arsip pejabat sebelumnya, Itong menegaskan DPP FHTTA-K2 Indonesia siap untuk dipanggil dan memberikan data-data akurat tentang penyelesaian honorer K2 sejak 2015 hingga sekarang. 

"Insyaallah data honorer K2 yang kami miliki lebih akurat dari database BKN," ujarnya.

Itong mengeklaim arsip dan dokumen-dokumen tentang penyelesaian honorer K2 masih disimpan dengan baik, bahkan tentang kecurangan rekrutmen CPNS 2013 tersimpan rapi.

Dia menegaskan, data itu akan menjadi dokumen hitam karena pemerintah sepertinya telah membiarkan kecurangan demi kecurangan merajalela dan tumbuh subur di negara ini.

Mengenai SE MenPAN-RB Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 tanggal 22 Juli 2022 tentang Pendataan Tenaga Non-ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah, menurutnya merupakan pekerjaan bagus.

Namun, alangkah adil dan jujurnya jika masalah honorer K2 khususnya tenaga teknis administrasi yang sudah mengabdi lama lebih dahulu diselesaikan. Itu agar masalah ini bisa segera tuntas, barulah mendata honore non-K2.

"Kami kira lebih bijaksana dan adil. Jika pendataan honorer K2 dan non-K2 dicampur masalah tidak akan selesai," pungkasnya. (esy/jpnn)

 

 

 


Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler