Pendidikan Seksual Masih Dianggap Tabu di Indonesia

Minggu, 21 Februari 2016 – 22:30 WIB
ILUSTRASI. DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Pendidikan seksual terhadap anak masih menjadi barang langka di Indonesia. Pasalnya, seks masih dianggap tabu untuk dibicarakan.

Hal itu membuat anak secara diam-diam mencoba mencari tahu sendiri tanpa adanya pengawasan dari orang tua. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan internet.

BACA JUGA: Puan tak Hadir, Acara Dibuka Sendiri oleh Anies

“Alhasil, anak yang belum paham konsekuensi aktivitas seksual yang mereka lakukan itu menjadi rentan terperosok dalam pergaulan seksual bebas bahkan menjadi korban eksploitasi seksual orang dewasa,” kata Koordinator Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Agung Sedayu di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (21/2).

Salah satu aktivis alumni PPMI, Evy Rachmawati menilai, pendidikan seksual kepada anak penting untuk diberikan. Sebab, hal itu bisa menghindarkan anak dari pelecehan seksual.

BACA JUGA: Menteri Anies Beberkan Tujuan RPNK 2016

“Pendidikan seksualitas mengajarkan anak mengenali tubuh mereka. Dengan mengenai tubuh dan seksualitas, anak bisa mengenali tanda-tanda pelecehan seksual seperti meraba bagian tubuhnya, sehingga bisa menghindarinya,” ungkap Evy.(gil/jpnn)

BACA JUGA: Sekolah Unggulan, Persaingan Ketat tapi...

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabar Baik, Mendikbud Beri Peluang untuk Nilai UN yang Jeblok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler