Pengakuan Suami Si Penusuk Istri yang Hamil Tujuh Bulan

Minggu, 19 November 2017 – 22:52 WIB
Ilustrasi pembunuhan: dok jpnn

jpnn.com, BENGKULU - Mn, pelaku pembunuhan sadis terhadap istri, Eka Mia Kurnia, 35, telah ditangkap jajaran Polres Rejang Lebong.

Kepada polisi, Mn mengaku nekat menusuk istrinya yang hamil tujuh bulan hingga 18 kali lantaran jengkel.

BACA JUGA: Sebelum Dihabisi Suami, Korban Sempat Diancam Begini

Mn mengaku permasalahan rumah tangga yang dihadapinya dengan korban sudah terjadi sejak awal tahun ini.

Mulanya mereka cekcok lantaran korban minta Mn menceraikan istri pertamanya.

BACA JUGA: Tragis, Istri Hamil 7 Bulan Ditusuk Suami hingga 18 Kali

“Kalau kau saying dengan aku, kau ceraikan istri kau tu,” terang Mn kepada Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group) ketika ditemui di ruang tahanan Mapolres RL kemarin.

Pelaku sendiri sudah mengenal korban sejak 4 tahun terakhir dan menikah sirih pada 2013 lalu. Mn sendiri sudah dikarunian dua orang anak dari istri pertamanya.

BACA JUGA: Imam Dihabisi Pasangan Sejenisnya Lantaran Mencintai Wanita

Keributan diantara keduanya kerap terjadi lantaran korban meminta pelaju untuk menceraikan istrinya langsung. Diduga korban tidak ingin dimadu.

Pelaku juga tidak menapik telah melakukan KDRT terhadap korban sejak dua bulan lalu. Pelaku juga jengkel karena dilaporkan korban ke pihak kepolisian.

Selain itu, berdasarkan keterangan pelaku, keributan besar kembali terjadi sekitar Juli lalu. Dimana, korban meminta pelaku untuk menutup usaha yang dibangunnya di kawasan Simpang Lebong.

“Dia nyuruh aku tutup toko, ya aku lakukan demi dia nian aku rela berkorban,” kata Mn.

Namun permasalahan untuk menceraikan istri pertama pelaku kembali diminta korban. Namun pelaku sendiri enggan berkomentar banyak menganai perceraian tersebut.

“Sudah aku ceraikan dua bulan setengah lalu. Aku lah berkorban nian untuknya, lah aku turuti galo,” ucap Mn.

Diakuinya juga, selama dua bulan mereka pisah ranjang, dirinya dan korban sering bertemu dan nginap ke Bengkulu tanpa speengathuan orang tua korban. Alasannya yakni mengambil barang dagangan. “Kami sering temu, memang pisah tapi akur lagi,” kata Mn.

Selain itu, pelaku juga menyampaikan sebelum dirinya mengeksekusi korban, diirnya sempat ribut dengan orangtua kandungnya di Dusun Sawah. Saat itu pelaku dan ayahnya ribut lantaran orangtuanya tidak setuju bahwa pelaku menceraikan isitri pertamanya.

“Bapak ngajak belago lalu aku lari, soalnya ada ngeluarkan pisau di punggungnya. Kejadiannya sekitar jam 3 sore,” sampai Mn.

Setelah berlari dari rumah, Mn pergi ke rumah salah satu saudaranya. Lalu sekitar pukul 20.00 WIB dirinya berangkat menuju toko milik korban menggunakan ojek. Sesampainya di lokasi, pelaku beridir di sebrang toko dan menunggu korban pulang.

“Aku satu jam nunggu, pas dia keluar aku cegat di depan toko,” tutur Mn.

Ketika mencegat korban, pelaku mengadu bahwa dirinya sudah berkelahi dengan orangtuanya dan membawa pisau sebagai bukti. Pelaku meminta baikan kembali dengan korban dan minta tinggal bersama lagi.

“Aku dak tahu lagi nak balik kemana, aku omong samo dia. Bapak aku lah marah jadi aku dak ada tempat balik lagi,” ujar Mn.

Namun, setelah mengutarakan hal tersebut keduanya kembali ribut. Pelaku menjadi geram dan gelap mata, ketika korban hendak beranjak, pelaku langsung naik ke atas motor korban dan menusuk korban dengan pisau yang sudah dibawa pelaku sebelumnya.

Keduanya lalu terjatuh bersamaan, meski terjatuh pelaku masih membabibuta menusuk korban hingga bersimbah darah.

“Aku lah marah nian, ditambah lagi masalah selamo ko jadi itu puncaknya,” ungkap Mn.

Setelah melihat korban tidak berdaya, pelaku langsung kabur membawa pisau dan parang yang dimilinya ke arah gang sempit. Dalam pelariannya yang hanya hitungan jam tersebut, pelaku merasa menyesal dan ketakutan.

“Sebenarnya aku maun minum racun depan dia. Tapi racun tu aku letak didalam tas aku yang dibawa dia. Aku jugi nyesal bunuh anak aku yang dikandungnya,” tutup Mn. (nok)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PRT yang Tewas di Kamar Majikan Ternyata Dibunuh Kekasihnya


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler