Pengakuan untuk Kiprah Bang Ara Menjaga Harmoni Sosial

Rabu, 29 Agustus 2018 – 19:19 WIB
Anggota DPR Maruarar Sirait (berdiri) saat menghadiri diskusi bertema 'Pemilu dan Ancaman Retaknya Kerukunan Sosial' yang digelar PolMark Indonesia di Jakarta, Rabu (29/8). Foto: dokumentasi pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ikhtiar anggota DPR Maruarar Sirait menggencarkan upaya menjaga harmoni di masyarakat selama ini memperoleh pengakuan nyata. Terpilih beberapa kali menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) yang mayoritas berpenduduk muslim menjadi bukti bahwa politikus muda PDI Perjuangan itu bisa membangun harmoni dengan konstituennya.

Ara -panggilan beken Maruarar- sejak 2004 terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IX yang meliputi Kabupaten Subang, Majalengka dan Sumedang. Salah satu kompetitornya di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 adalah ulama muda KH Maman Imanulhaq.

BACA JUGA: Surya Paloh: NasDem Jangan Dipandang Sebelah Mata

“Saya melihat betul bagaimana Bang Ara begitu dikagumi oleh masyarakat yang memilihnya di Jabar,” ujar Kiai Maman dalam diskusi bertema Pemilu dan Ancaman Retaknya Kerukunan Nasional yang diselenggarakan PolMark Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/8).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, Ara menggelar pelatihan dan memberikan modal kerja kepada konstituennya agar ekonomi masyarakat bisa terbantu. “Saya kira itu patut jadi contoh,” katanya.

BACA JUGA: Tiga Bacaleg Resmi Diadukan Warga ke KPU

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPU) Siti Zuhro juga memiliki penilaian positif terhadap Ara. Menurutnya, Ara terlihat getol menjaga harmoni sosial.

“Hal itu sudah dibuktikan Bang Maruarar ini punya dapil yang mayoritas muslim. Dan didukung oleh muslim juga,” ujarnya.

BACA JUGA: 1.200 Penyidik Diterjunkan Khusus untuk Hadapi Pemilu 2019

Siti menuturkan, keberhasilan Ara lolos menjadi anggota DPR dari dapul yang mayoritas penduduknya muslim menjadi bukti kemampuannya berkomunikasi dan membangun sinergi. “Itu artinya kita tidak ada masalah dengan toleransi,” katanya.

Sedangkan Ara dalam kesempatan itu mengaku pernah ditanya oleh KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tentang keberhasilannya meraih suara di dapil yang mayoritas penduduknya muslim. Putra politikus senior Sabam Sirait itu mengatakan, dirinya sudah kerap berinteraksi dengan umat Islam.

“Saya jawab, 'Gus, saya temukan Islam yang bersahabat, terbuka dan cinta perdamaian’,” ujar Ara menirukan dialognya dengan Gus Dur.

Ara mengatakan, dirinya sebelum terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilu 2004 sudah 14 tahun bersentuhan langsung dengan warga Jabar. Hal itu berlanjut hingga saat ini.

“Ratusan kali saya masuk musala, mesjid, Islamic Center di mana saya rasa aman dan nyaman," tutur politikus muda berdarah Batak itu.(jpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemilu 2019, Polda Metro Jaya Diminta Amankan 28 Ribu TPS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler