Pengamanan Paus Benedictus Diperbaiki

Sabtu, 26 Desember 2009 – 13:37 WIB
Foto : REUTERS
VATICAN  – Menyusul insiden penyerangan terhadap Paus Benedictus XVI oleh seorang wanita yang terganggu jiwanya selama dua tahun berturut-turut, prosedur keamanan terhadap pimpinan tertinggi umat Katholik itu akan ditinjau ulangPasalnya, meski Paus tidak terluka namun insiden tersebut memunculkan pertanyaan baru tentang pengamanan bagi Paus.

Para pejabat di Itali menilai adanya kesamaan yang aneh antara penyerang Paus dengan pelempar patung ke wajah Silvio Berlusconi

BACA JUGA: Taliban Rilis Video Tawanan Tentara AS

Keduanya memiliki kesamaan yaitu masalah kejiwaan
Penyerang Paus, Susanna Maiolo, wanita berusia 25 tahun berkebangsaan Swiss-Itali diketahui mengalami gangguan jiwa

BACA JUGA: Berlusconi Janji Habisi Mafia

Demikian pula dengan laki-laki melempar patung ke wajah Berlusconi hingga kehilangan gigi dan hidungnya berdarah, juga memiliki masalah kejiwaan


Walikota Roma, Gianni Alemanno juga berkomentar tentang suatu kesamaan yang aneh terkait insiden keamanan terhadap orang-orang penting baru-baru ini

BACA JUGA: Pesan Natal Bagi Korban Krisis Global

Ia menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan"Kita perlu dalam beberapa cara agar lebih waspada atas semuanya, karena di dunia global yang terbuka jumlah orang yang tidak seimbang dan agresifitas mereka dapat meningkatkan," ujarnya seperti dikutip AP.

Juru bicara Vatican, Rev Federico Lombardi, menyatakan bahwa tidak mungkin Vatican memastikan 100 persen keamanan bagi Paus jika melihat seringnya ia dikelilingi puluhan bahkan ribuan orang dalam audensi mingguan, misa, pemberian ucapan selamat maupun acara-acara lainnyaKarenanya, lanjut Lombardi, pejabat keamanan Vatican tetap akan meninjau tahapan pengamanan dan belajar dari pengalaman.  "Sepertinya mereka (penyerang Paus) masuk sedini mungkin ketika situasi resiko nol persen tak dapat dicapai," ujar Lombardi.

Insiden pada misa malam natal lalu merupakan yang pertama kalinya seorang penyarang bisa kontak langsung dengan Paus selama lima tahun masa kepausanPara analis keamanan sudah berkali-kali memperingatkan bahwa Paus terlalu sering muncul di publikNamun Lombardi menegaskan bahwa itu memang merupakan bagian penting dari tugas Paus.

"Orang-orang ingin melihat secara dekat, dan dia (Paus) juga sangat senang bisa melihat orang-orang kebih dekat," tandas Lombardi"Resiko nol seperti tidak realistis dalam situasi dimana ada kontak langsung dengan orang-orang," lanjutnya.

Meski Paus terjatuh, namun serangan terhadapnya itu tidak menimbulkan cideraHanya saja Kardinal asal Prancis, Roger Etchegaray, yang berada di dekat Paus ikut terjatuh  dan mengalami patah tulang pinggul sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Gemelli, RomaJuru bicara rumah sakit, Nicola Cerbino, mengungkapkan bahwa Kardinal Etchegaray akan menjalani operasi.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wanita Stres Serang Paus Benediktus


Redaktur : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler