Pengamat Dukung Erick Thohir untuk Ciptakan Liga dan Timnas Berprestasi

Senin, 05 Desember 2022 – 17:35 WIB
Ilustrasi logo PSSI. Foto: dokumentasi JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyarankan agar federasi sepak bola Indonesia, yaitu PSSI sebaiknya dibongkar total demi menciptakan ekosistem sepak bola Indonesia yang baik dan meningkatkan prestasi tim nasional.

“Bongkar total bukan berarti saya menyalahkan siapa pun. Bagaimana menciptakan Timnas yang lebih baik, liga yang lebih baik. Maka, semuanya harus transparan dan dikelola dengan baik,” kata Erick Thohir dalam keterangannya pada Senin (5/12).

BACA JUGA: Rakor Soal Sepak Bola di Kemenpora, Bagaimana Nasib Kelanjutan Liga 1?

Erick Thohir yang juga anggota International Olympic Committee (IOC) itu menilai sudah saatnya PSSI merapatkan barisan guna menciptakan liga yang lebih baik dan timnas berprestasi.

“Kita mesti bongkar itu. Artinya bongkar kultur, manajemen, sponsorship, media. Media juga jangan beli (hak siar) liga dengan bayaran murahlah. Kalau Liga Inggris bayaran (hak siar) mahal tetapi Liga Indonesia murah,” ucap Erick Thohir.

BACA JUGA: TC Timnas U-20 Selesai, Ronaldo Kwateh Langsung Gabung Latihan Madura United

Eks Presiden Inter Milan itu pun menyinggung soal banyaknya pemain naturalisasi di dalam klub sepak bola Indonesia.

Hal ini, kata Erick Thohir sangat berbeda jauh dengan Jepang dan Korea Selatan yang mampu menembus dominasi Eropa dan Amerika Selatan.

BACA JUGA: FIFA Balas Surat PSSI Terkait Penggunaan SUGBK, Menpora Amali: Ikuti Saja Aturannya

Dua negara tersebut mampu menembus babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar karena pembinaan yang terus mereka lakukan secara kontinu bahkan hingga puluhan tahun, termasuk dengan memberikan para pemain muda kesempatan bermain lebih banyak bersama klub.

“Kompetisi untuk pemain muda tidak maksimal, kebanyakan naturalisasi. Saya bukan tidak suka naturalisasi, tetapi apabila satu klub pemain naturalisasinya banyak bagaimana. Kami tidak menyalahkan klub, tetapi kami harus duduk bersama klub, menerapkan strategi agar ada pemain muda, pemain naturalisasi dan pemain asing,” ujar Erick.

Menanggapi masukan Erick Thohir, pengamat sepak bola nasional Sigit Nugroho mendukung penuh masukan Menteri BUMN itu agar PSSI dibongkar total. Sebab, hal tersebut menjadi harapan seluruh masyarakat pecinta sepak bola nasional.

“Soal perubahan, itu jadi harapan hampir semua pecinta bola, juga stakeholder yang lurus. Namun, jika perubahan dimaknai sebagai penggantian jajaran pengurus PSSI, saya setuju tetapi terlalu tinggi barrier-nya,” kata Sigit Nugroho, Senin (5/12).

Menurut Sigit, banyak petinggi PSSI terlibat dalam permainan uang dan itu sudah menjadi rahasia umum.

Apalagi momen Kongres Luar Biasa (KLB) adalah momen tepat buat mereka memanen uang besar. Oleh sebab itu, masukan untuk membongkar habis PSSI adalah langkah tepat.

“Untuk posisi Exco ke atas, tradisi money politic jadi rahasia umum, voters doyan uang ekstra. KLB bak lebaran buat mereka dan itu bukan tugas saya untuk membuktikan, tapi lembaga terkait. Mudah kok, apalagi FIFA sedang berkantor di Jakarta. Banyak yg mau bantu jika benar mau bongkar,” ungkapnya.

Terkait dengan membongkar pengurus PSSI sekarang, Sigit juga memberikan dukungan penuh untuk diganti secara keseluruhan.

Pecinta klub Manchester United ini juga menyarankan agar penayangan pertandingan liga harus dilakukan siang hari dan PSSI harus menggunakan Video Assistant Referee VAR.

“Pengurus diubah total, saya kira mutlak meski mereka akan bawa pasal-pasal. Ini terjadi karena nurani dan rasa malu, sudah terdegradasi tanpa mereka sadari,” tegasnya.

Soal wasit, Sigit mengatakan bisa juga potong generasi. Kalau pun tidak, pakai VAR. Alasan mahal, pemerintah bisa turun tangan demi kepentingan besar. Muara liga kan timnas, nation pride. Tayangan TV, semestinya malam tak harus dijadikan alasan, tetapi itu jika SOP pengamanan standar.

“Indonesia, sebaiknya jangan malam. Di tahun politik, bola kita bisa dijadikan isu pengalihan, tak peduli jatuh korban. Cukuplah Tragedi Kanjuruhan,” ujar Sigit.

Sigit Nugroho pun meminta PSSI dan pihak terkait menjalankan rekomendasi TGIPF meski hal ini terbilang sulit dijalankan.

“Wajib dijalankan pemerintah dan PSSI, tetapi menurut saya sulit. Banyak politisi di ranah bola kita,” kata Sigit.

“Sebenarnya jika pemerintah mau menekan tanpa takut menabrak aturan intervensi ilegal di mata FIFA, bisa kok. Larang saja BUMN sponsori Liga, sampai pengurus diganti total. Ketika Liga kurang laku, klub teriak. Di situlah momen klub meminta pengurus mundur,” sambungnya.

Sigit pun menyarankan oknum-oknum yang selalu memanfaatkan PSSI sebagai tempat mencari duit harus disingkirkan demi berkembangnya sepak bola Indonesia.

“Tepikan oknum-oknum yang selama ini jadi benalu atau lebih parah lagi, jadi kanker ganas di sepak bola kita. Mereka ini yang mengondisikan praktik-praktik curang, bukan hanya soal pertandingan, bahkan sampai pemilihan pengurus PSSI pusat, Asprov, bahkan sampai Askot,” bebernya.

Oleh karena itu, menurut Sigit, ada beberapa pengurus yang tak punya kapasitas dan kapabilitas di bidangnya tetapi bisa menjabat. Calon pimpinan Asprov atau Askot yang tak sesuai restu oknum akan digunting.

“Untuk memangkas mereka, saya sampai menyarankan tempuh cara apapun at any cost. Berantas mereka, baru benahi tata kelola sepakbola Indonesia secara menyeluruh,” ujar Sigit.(fri/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler