Pengamat Dukung Wacana Erick Thohir Soal Sister Club di Luar Negeri

Sabtu, 01 Juli 2023 – 18:53 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Foto: PSSI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendorong setiap klub di Liga 1 Indonesia ke depannya mempunyai sister club (klub partner) dari luar negeri. Baik itu dengan klub Eropa, klub Amerika Latin ataupun dengan klub Asia.

Rencana Erick Thohir dengan adanya sister club bisa menjadi tolok ukur bagi setiap klub yang ada di Liga 1 Indonesia.

BACA JUGA: Erick Thohir Tambahkan Tiga Poin Penting Bagi Klub di Liga 1, Pengamat Sepak Bola Merespons

Bahkan, lewat sister club ini juga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi setiap klub, mulai dari pengelolaan, pembinaan atlet muda dan bahkan fasilitas.

Menanggapi rencana ketua umum PSSI ini, Pengamat Sepak Bola Nasional Juprianto mengatakan, rencana atau wacana yang sedang dibangun oleh Erick Thohir sangat positif untuk pengembangan klub-klub di Indonesia agar lebih profesional.

BACA JUGA: Soal Stadion Piala Dunia U-17 2023, Waketum PSSI Bilang Begini

“Menurut saya, ini wacana yang positif. Artinya memang paling tidak juga klub-klub bisa belajar untuk bagaimana mengelola sepak bola atau klub mereka agar lebih profesional,” kata Juprianto kepada wartawan, Sabtu (1/7).

Menurut Juprianto, sejauh ini sistem pengelolaan klub di Indonesia belum seperti klub-klub luar yang profesional dan mandiri.

BACA JUGA: Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Menpora Dito Ajak PSSI Berkolaborasi

Untuk itu, lewat wacana sister club ini bisa membawa perubahan dalam pengelolaan klub yang profesional, termasuk pengelolaan bisnis klub.

“Kalau kita lihat kan yang penting adalah bagaimana sekarang klub-klub ini bisa lebih mandiri, artinya bisa juga mengelola bisnisnya mereka dengan baik," ungkapnya

"Kalau kami lihat tidak semua klub punya kesempatan untuk bisnis. Klub-klub besar seperti Persib, Peris Solo, Persija atau Bali united itu punya kesempatan yang lebih besar punya keuangan yang lebih besar untuk bisnis mereka, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara pengelolaan yang profesional karena penting untuk menjadi klub yang lebih baik ke depan,” tambahnya.

Tidak hanya pengelolaan klub, menurut Juprianto, lewat sister club ini klub-klub di Indonesia bisa mencontohkan cara mengelola sepak bola dengan baik, terkhusus soal pengembangan pemain usia muda seperti yang dilakukan oleh klub-klub di Eropa maupun di Asia.

Di Eropa, setiap klub memiliki program yang jelas bagi pemain usia dini dari U-9, U-10, U-12, U-16 hingga U-19 dan ini sangat baik bila diterapkan di klub-klub Indonesia.

“Saya lihat ini sinerginya belum ada antara SSB dan club. Seharusnya kita bisa mencontoh klub-klub di luar negeri, di negara maju Eropa ini kan kita lihat mereka punya akademi yang akhirnya bernaung di bawah klub itu sendiri,” ucapnya.

“Artinya begitu pemain-pemain U-12 yang anda maksud tadi bisa mendapatkan kesempatan lebih besar untuk bisa bermain di klubnya nanti, karena kalau kita lihat sudah tidak sinergi ini membuat para pemain-pemain SSB mereka harus mencari klub lagi untuk bisa mendapatkan kesempatan bermain. Hal ini yang saya kira di klub profesional tidak didapatkan,” katanya.

Lebih jauh, Juprianto mengatakan dengan dibangunnya sister club ini bisa membuat para pemilik klub untuk berpikir lebih keras demi terciptanya sistem pengelolaan klub dengan profesional, terkhusus soal kontrak pemain, bisnis klub dan pembinaan usia dini.

“Saya kira ini juga perlu cara-cara yang baru bagaimana nantinya bisa dibuat akademi yang lebih baik, dengan harapan nanti klub-klub ini bisa lebih mudah dalam mencari bakat-bakat dan juga memunculkan kelompok-kelompok kompetisi umur yang lebih banyak lagi. Saya kira penting karena targetnya bagaimana nanti klub bisa lebih baik dan juga timnasnya juga bisa lebih baik. Saya kira perlu konsistensi untuk kita memang lebih baik ke depan,” paparnya.

Selain wacana sister club, Erick Thohir juga mengungkapkan jika arahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk digelar liga sekolah sebagai bagian dari pembinaan usia dini perlu didukung.

Meski, arahan Presiden Jokowi ini bukanlah hal baru tetapi kesadaran akan pembinaan usia dini dan pasar sepak bola di Indonesia sangat luar biasa hingga perlu digelar kompetisi usia dini seperti disarankan Presiden.

"Ini saya kira pesan positif dari Presiden Jokowi, artinya memang beliau menganggap penting bahwa sepak bola ini pasarnya luar biasa, bagaimana fanatisme dan juga masyarakat Indonesia ingin bisa ikut terlibat dalam kompetisi tersebut,” katanya.

“Memang saya kira butuh waktu untuk klub-klub Indonesia profesional seperti klub di luar tapi paling penting kan digalakkan di sekolah-sekolah sejak usia dini itu penting, tapi lagi-lagi sinerginya diharapkan terjadi antara SSB dengan klub,” ujarnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler